61 Perangkat Desa Seruyan Gelar Bimtek di Bali

Kades Batu Menangis Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan, Zair (Paling kanan) beserta perangkat desa lainnya ketika mengikuti Bimtek Sistem Kuangan Desa di Bali 11-15 Mei 2018. Foto | Istimewa

SERUYAN- Memperkaya pengetahuan dalam pengelolaan anggaran desa agar bermanfaat bagi desa dan aparatur desa, 61 perangkat desa dan Pengembangan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kuta, Bali, 11-15 Mei 2018 kemarin.

“Anggaran desa saat ini cukup besar nilainya, perlu kemampuan yang baik oleh perangkat desa dalam mengelolanya agar tidak menimbulkan masalah dalam penggunaannya serta pertanggungjawabannya,” kata Ketua Panitia Pelaksana dan Direktur Nusantara Resource Iin Inawati, Rabu (16/5/2018).

Iin, sapaannya, menjelaskan lebih lanjut, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk peningkatan kapasitas perangkat desa, baik itu kepala desa dan jajarannya serta BPD desa setempat. Selain itu, kegiatan ini juga membantu dalam melaksanakan mapping atau pemetaan terhadap potensi dan tantangan yang ada dalam setiap desa.

Kegiatan yang bertajuk “Membangun Desa Dalam Rangka Mensejahterakan Masyarakat Desa dan Penguatan Ekonomi Daerah” di Pulau Dewata itu dilaksanakan oleh lembaga pengembangan sumber daya manusia Nusantara Resource dengan pemateri Ketua Dewan Pakar LPMN Jakarta Manimbang Kahariady, Kepala Balai Latihan Masyarakat Denpasar Mulyadin Malik.

Desa-desa itu katanya, memiliki banyak potensi dan tantangan. Potensinya berupa melimpahnya sumber daya alam namun tantangannya adalah output atau pemanfaatan dan pemasaran dari sumber daya tersebut.

Perangkat desa foto bersama Ketua DPRD Seruyan Ahmad Ruswandi yang juga mengikuti Bimtek di Bali 11-15 Mei 2018. Foto | Istimewa

Selain itu, bimtek ini juga dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dalam pengelolaan anggaran desa yang saat ini nominalnya cukup besar, sehingga perlu pengelolaan yang baik agar anggaran sebesar itu dapat bermanfaat penuh bagi desa dan aparatur desa tidak salah dalam mempertanggungjawabkannya.

Sementara, salah satu peserta bimtek yakni Tri Arisusilo, Kepala Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir menimpali, peningkatan kemampuan perangkat desa itu harus terus dilaksanakan supaya ke depannya dalam pengelolaan desa menjadi lebih baik.

Dengan wawasan dan kemampuan yang mumpuni tentunya tugas dalam mengelola desa akan semakin baik dan pembangunan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

“Tuntutan untuk meningkatkan kemampuan para kades beriringan dengan perkembangan daerah supaya kualitas pembangunan sesuai dengan kehendak masyarakat ke depan,” terangnya. (KI-Tim)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *