]KUALA PEMBUANG – 63 anggota Badan Permusyawatan Desa [BPD] dari empat kecamatan, sembilan desa di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah dilantik Bupati Seruyan Yulhaidir di Pandopo Rumah Jabatan [Rujab] Bupati, Jalan A Yani Kuala Pembuang Kecamatan Seruyan Hilir, Senin [22/7/2019].

Adapun pimpinan dan anggota BPD yang dilantik yakni, BPD Desa Pematang Limau, Persil Raya, Pematang Panjang, Kartika Bhakti, Sungai Bakau, Rungau Raya, Panimba Raya, Pembuang Hulu I dan BPD Desa Paring Raya.

Prosesi pengambilan sumpah janji dan peresmian pimpinan dan anggota BPD secara serentak di Rujab Bupati yang berada Ibukota Kabupaten Seruyan tersebut, merupakan yang pertama kali.

“Pelantikan kali ini berbeda dari biasanya, kita laksanakan di Rujab Bupati dan duduk lesehan saja, kita ingin supaya suasana kekeluargaannya terasa, dalam satu kesatuan yang utuh,” kata Bupati Seruyan Yulhaidir saat menyampaikan arahannya.

Selain itu kata Bupati, Rujab Bupati dipilih untuk pelaksanaan pelantikan agar masyarakat yang belum pernah atau jarang menginjak Rujab Bupati ini bisa juga merasakan juga Rujab Bupati Seruyan.

“Mungkin masyarakat dari daerah-daerah hulu sudah lama tidak kesini [Rujab Bupati], sekaligus bisa berkunjung dan bersilaturahmi,” terangnya.

BUPATI SERUYAN Yulhaidir, Sekretaris Daerah [Sekda] Haryono, FKPD Dilingkup Pemkab Seruyan menghadiri acara Pengambilan Sumpah Janji dan Peresmian Pimpinan dan Anggota BPD di Pandopo Rujab Bupati Seruyan, Senin [22/7/2019]. Foto | Protokol Setda Seruyan

Kepada ketua dan anggota BPD yang dilantik Bupati menekankan, agar BPD bekerja secara sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab dengan selalu berpedoman dengan peraturan yang berlaku.

Sebagai unsur pemerintahan bersama kepala desa [Kades], Orang nomor satu di jajaran Pemkab Seruyan tersebut, berpesan agar BPD selalu berkoordinasi, konsultasi dan menjalin komunikasi yang baik dengan Kades.

“Menyikapi beberapa perangkat desa yang tersangkut permasalahan hukum, diingatkan kepada saudara [BPD dan anggota] untuk selalu mengawasi kinerja Kades dan melaksanakan program-program pembangunan yang berjalan,” paparnya.

Di akhir sambutannya, Yulhaidir mengingatkan, pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam mejaga keutuhan NKRI, oleh karena itu aparatur desa harus bisa meyikapi secara bijak isu-isu yang berkembang yang berpotensi menimbulkan pro kontra di masyarakat. Tim KI/KI-02

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *