Baru 9 Bulan Menjabat, Ini Capaian Yulhaidir – Iswanti

KUALA PEMBUANG – Baru menjabat sembilan bulan sejak dilantik di penghujung tahun 2018 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Seruyan 2018-2023, Yulhaidir dan Iswanti telah menorehkan sejumlah prestasi pembangunan di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng].

Hal penting yang berhasil di realisasikan Yulhaidir-Iswanti ditahun pertamanya menjabat adalah janji-janji kampanye pasangan yang memiliki slogan Suara HATI tersebut di Pilkada lalu.

Diantaranya, peningkatan gajih ketua Rukun Tangga atau ketua RT, gajih honorer dilingkup Pemkab Seruyan, beasiswa bagi mahasiswa, jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin merupakan bagian tak terpisahkan dari kampanye Yulhaidir-Iswanti.

“Saat kampanye kami janjikan insentif ketua RT akan kami naikkan, Alhamdulillah, tahun ini sudah saya tandatangani dari awalnya Rp250 ribu – Rp350 ribu, sekarang menjadi Rp500 ribu perbulan,” kata Yulhaidir saat memberikan sambutan pada perayaan puncak Hari Jadi Kabupaten Seruyan ke 17 dan HUT RI ke 74 di Stadion Mini Gagah Lurus Kuala Pembuang Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan, Jumat [23/8/2019] malam.

Kemudian ujar Yulhaidir, dia dulu juga menjanjikan akan memberikan pengobatan gratis bagi warga yang kurang mampu. Pihaknya bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan [BPJS].

“Alhamdulillah tahun ini sudah kita anggarkan Rp10 miliar,” ujarnya.

Selanjutnya, ketika itu Yulhaidir-Iswanti juga menjanjikan akan menaikkan insentif tenaga honorer dilingkup Pemkab Seruyan.

“Sekarang dari Rp700 ribu sudah dinaikkan menjadi Rp900 ribu, dari yang Rp1 juta menjadi Rp1,2 juta, itu sudah jalan mulai tahun 2019 ini,” ungkapnya.

Yulhaidir menambahkan, pihaknya juga menganggarkan secara khusus untuk beasiswa mahasiswa yang kuliah diluar daerah maupun didalam daerah, total budget yang dialokasikan untuk membantu meringankan biaya kuliah mahasiswa itu sebesar Rp4 miliar.

“Untuk putra putri kita yang kuliah di Seruyan maupun diluar Seruyan ada sebanyak seribu mahasiswa, beasiswa yang kita berikan sebesar Rp4 miliar, jadi satu mahasiswa mendapat Rp4 juta,” terangnya.

Lalu, tahun 2019 ini juga Yulhaidir-Iswanti berhasil mendorong berdirinya perguruan tinggi setara universitas yakni, Politeknik Gawi Hatantiring.

“Kami juga sudah membangun Politeknik Gawi Hatantiring, ini milik kita Seruyan, pemiliknya juga di Seruyan, sekarang tinggal melengkapi beberapa berkas administrasi saja, mudah-mudahan tahun ini sudah bisa menerima mahasiswa baru,” katanya lagi.

“Kemudian kita juga sudah keluar dari daerah tertinggal yang sejak tahun 2013 disandang Kabupaten Seruyan, sejak 31 Juli 2019 Kementrian Desa [Kemendes] sudah membuat keputusan Seruyan sudah keluar dari daerah tertinggal. Ini berkat kerjasama kita semua, doa masyarakat Seruyan dan kerjasama tim SKPD, Asisten, Staf Ahli, ini semua atas kerjasama semua pihak,” ujarnya.

Lalu, di tahun 2019 ini juga, Yulhaidir-Iswanti menganggarkan untuk insentif 20 Marbot atau kaum masjid .

“Di Pemerintahan, kita juga mendapat penilaian tinggi dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi [Kemenpan RB], dari Ombudsman [Lembaga negara yang mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik], Seruyan termasuk pelayanan kategori hijau dengan nilai terbaik,” katanya.

Kemudian, persoalan lain yang sudah diselesaikan adalah Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten [RTRWK] yang mandek sejak tahun 2006 hingga tahun 2018 belum bisa terselesaikan, di masa pemerintahan Yulhaidir bisa di selesaikan dengan cepat.

“Alhamdulillah ditahun 2019 ini sudah selesai, tinggal menunggu nomor register dari Biro Hukum Provinsi Kalteng. Setelah itu saya tandatangani RTRWK nya,” katanya.

RTRWK dinilai memegang peranan penting bagi keberlangsungan pembangunan multisektor yang sedang di percepat Pemkab Seruyan. Pasalnya, RTRWK memuat status kawasan beserta peruntukkannya. Selama ini, seringkali pembangunan sarana prasarana maupun investasi terhambat akibat ketidakjelasan status kawasan. Jika dipaksakan akan berpotensi bersinggungan dengan persoalan hukum di kemudian hari.

RTRWK juga menjelaskan secara rinci dimana letak seharusnya kawasan Hutan Produksi, Hutan Produksi Konversi [HPK], dimana kawasan Areal Penggunaan Lain [APL], hingga kawasan pemukiman, lahan untuk pengembangan pertanian, serta areal yang bisa digunakan untuk lahan perkebunan.

“Terimakasih juga kepada DPRD Kabupaten Seruyan sudah menyetujui dan menetapkan RTRWK tersebut, terimakasih juga karena APBD Perubahan 2019 sudah ditetapkan, sudah berjalan sesuai harapan kita,” papar Yulhaidir yang juga Ketua DPC PDIP Seruyan ini.

Seperti diketahui, atas keberhasilannya mengelola sistem birokrasi di Pemkab Seruyan dengan slogan ‘Cepat, Tepat, Posedur’ baru-baru ini Yulhaidir-Iswanti juga menerima sejumlah penghargaan dari pemerintah pusat. Tim KI/KI-02

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *