Ada 120 Penderita Gangguan Jiwa, Baru 40 Yang Tertangani

PENDERITA gangguan jiwa dipasung keluarganya menggunakan kayu, di Batu Ampar Kecamatan Batu Ampar. Foto : Istimewa | Kalteng Independen

SERUYAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Dinas Sosial (Dinsos) mendata terdapat sekitar 120 orang penderita gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah (Kalteng).

Penderita gangguan jiwa itu menyebar di sejumlah kecamatan yakni, di kecamatan Batu Ampar, Telaga Pulang, Asam Baru, Seruyan Hilir  dan Seruyan Hilir Timur.

Menurut data, dari 120 orang penderita gangguan jiwa. Ditemukan 16 diantaranya penderita keterbelakangan mental yang saat ini kondisinya masih terpasung.

“40 orang sudah ditangani, 16 orang diantaranya, hidup dalam pasungan dan sudah 14 orang sudah dilepas dan ditangani RSJ,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos) Seruyan, Mujiyem, Rabu (4/4).

“14 pasien yang ditangani sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa di Banjarmasin, Palangkaraya, dan Sampit. Karena biaya untuk rehabilitasi ODGJ cukup besar, kalau kita bawa pasien, kita juga bawa keluarganya karena yang tahu mereka,” katanya lagi.

Baru baru ini atau Senin (2/4) kemarin, ujar Mujiyem, pihaknya melepas pasien ODGJ yang dalam keadaan pasung di Desa Sandul, kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Seruyan.

Selanjutnya, Dinsos Seruyan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan serta Dinas Kependudukann dan Catatan Sipil (Didukcapil) untuk memfasilitasi identitasnya.  (KI-03)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *