Akhir Tahun, Polres Seruyan Berhasil Ungkap Dua Kasus Menonjol

KAPOLRES Seruyan AKBP Bayu Wicaksono (tengah), Wakapolres Seruyan Kompol Imam Riyadi (kanan) dan Kabag Ops Kompol Guntur Tri Bawono (kanan) saat press release barang bukti di Mapolres Seruyan, Kamis (31/12/2020). Foto | Ist

KUALA PEMBUANG, KI – Akhir tahun, Polres Seruyan berhasil dua mengungkap kasus menonjol yakni, kasus pembunuhan adik kandung oleh kakaknya di Tumbang Bai Kecamatan Seruyan Tengah dan kasus narkotika jenis sabu di Desa Lanpasa Kecamatan Seruyan Raya.

Itu dikemukakan Kapolres Seruyan AKBP Bayu Wicaksono saat menggelar press release akhir tahun di Mapolres Seruyan, Kamis (31/12/2020).

Kapolres didampingi Wakapolres Seruyan Kompol Imam Riyadi, Kabag Ops Polres Seruyan Kompol Guntur Tri Bawono, Kasatnarkoba Iptu Supriyono, Kasat Intelkam AKP Masriwiyono, Kasatreskrim Iptu Irfan M Nuralireja, serta sejumlah perwira Polres.

KAPOLRES SERUYAN AKBP Bayu Wicaksono tampak menasehati para tersangka di sela Press Release Akhir Tahun di Mapolres Seruyan, Kamis (31/12/2020). Foto | Ist

Kasus pembunuhan terhadap adik kandung dengan tersangka Dedi (33), korban N (22). Kejadian berawal pada Minggu (27/12/2020), di ladang milik tersangka Dedi, terjadi perselisihan korban N yang mendapat kabar dituduh oleh istri tersangka Dedi telah memindahkan truk Mukri dari tempat asal parkir.

Lalu korban N mendatangi tersangka pelaku Dedi di pondoknya untuk menantang berduel, namun tidak diladeni oleh pelaku karena masih ada hubungan keluarga.

Setelah itu, pelaku Dedi pulang ketempat istrinya, lalu ditanyakan kepada istri pelaku Dedi. Namun pada dasarnya istrinya tidak menuduh siapapun.

Korban N naik pitam mendatangi pelaku di pondoknya lalu berusaha memukul Dedi menggunakan kayu, namun tidak berhasil mengenai Dedi. Korban N kemudian kembali hendak memukul Dedi lagi namun terjatuh lalu melarikan diri.

Dedi yang membawa parang dari kebun awalnya tidak berniat menganiaya adiknya. Namun karena emosinya terpancing akhirnya Dedi mengejar adiknya lalu menebaskan pisau yang dibawanya yang akhirnya melukai adiknya hingga tewas.

Setelah beberapa saat melihat adiknya tidak bergerak lagi, pelaku Dedi kemudian mendatangi Kepala Desa setempat, kemudian Polsek Seruyan Tengah melakukan penyelidikan terhadap pelaku.

“Terhadap pelaku dikenakan pasal 338 KUHP, dan saat ini dilakukan penahanan, dan penyidikan di Polsek Seruyan Tengah,” kata Kapolres

Kasus lainnya, Satresnarkoba Polres Seruyan yang dipimpin langsung Kasatresnarkoba Iptu Supriyono melakukan penggeledahan terhadap tersangka pengedar narkoba jenis sabu di Desa Lanpasa, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Rabu (30/12/2020). Satresnarkoba berhasil membekuk tersangka Rendi bin Aan (27), di kediamannya.

Kapolres Seruyan AKBP Bayu Wicaksono menuturkan, berdasarkan penyelidikan dan informasi dari masyarakat, pihaknya kemudian mengamankan dan melakukan penggeledahan di rumah dan badan terhadap Rendi ditemukan 10 paket bungkus plastik bening berisikan butiran kristal yang diduga sabu.

“Berat kotor 2,30 gram yang ditemukan didalam spring bed, 2 bundel plastik bening kosong, sedotan, handphone evercross, uang tunai Rp150 ribu, barang-barang tersebut diduga kuat ada kaitannya dengan aktivitas pelaku,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, pada saat penangkapan pelaku sempat menghilangkan barang bukti dengan cara mengunyah barang bukti,

“Kalau tidak dikunyah oleh tersangka mungkin jumlahnya bisa mencapai 8 gram kotor, yang kita dapatkan ini sisanya saja 2,30 gram,” ungkapnya.

Dijelaskan Kapolres, terhadap tersangka telah dilakukan penahanan 20 hari kedepan. Saat ini tim sedang melakukan penyelidikan terhadap asal muasal barang haram tersebut. Penuturan tersangka diketahui sabu didapat dari temannya U yang juga berasal dari Desa Lanpasa.

Terhadap Rendi, disangkakan Pasal 114 ayat 1, pasal 112 ayat atau UU RI 35 2009 tentang Narkotika ancaman minimal 4 tahun dan denda Rp20 juta.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Bambang
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *