Bangun Gardu Induk ke Seruyan, PLN Gandeng Kejaksaan

KUALA PEMBUANG – Memastikan megaproyek pembangunan tower interkoneksi jaringan listrik dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menuju Kabupaten Seruyan berjalan dengan lancar. PT Pembangkit Listrik Negara atau PT PLN Persero menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Seruyan, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah.

Kerjasama itu di konfirmasi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU), PT PLN Persero UIP Kalbagteng UPP Kitring Kalbagteng 3 dengan Kejaksaan Negeri Seruyan di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Seruyan, Kamis (23/5/2019).

Kejari Seruyan Erwin Purba menginginkan, dengan ditekennya MoU tersebut pihaknya berharap, pembangunan jaringan gardu induk yang membentang dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menuju Kabupaten Seruyan berlangsung sesuai rencana. 

Sesuai ketentuan dalam Undang-undang (UU) nomor 16 tahun 2004, kejaksaan berperan serta sebagai pengacara negara.

Dengan ditekennya MoU tersebut, sebagai pengacara negara, kejaksaan akan melakukan pendampingan dan menyosialisasikan berbagai hal yang sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita harapkan program-program yang dikerjakan PLN bisa berjalan dengan lancar, supaya pasokan listrik di Kabupaten Seruyan tercukupi,” katanya.

MANAJER Unit Pembangkit dan Jaringan Kalimantan Bagian Tengah 3 PT PLN Persero, Marwinsyah Ganef memberikan cinderamata berupa plakat kepada Kepala Kejaksaan Negeri Seruyan Erwin Purba, usai acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU), PT PLN Persero UIP Kalbagteng UPP Kitring Kalbagteng 3 dengan Kejaksaan Negeri Seruyan di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Seruyan, Kamis (23/5/2019). Foto | Kalteng Independen

Marwinsyah Ganef, Manajer Unit Pembangkit dan Jaringan Kalimantan Bagian Tengah 3, usai penandatanganan MoU kepada sejumlah media menyatakan, proyek pembangunan transmisi gardu induk Kotim – Seruyan guna mencukupi kebutuhan listrik di Kabupaten Seruyan.

Selain itu katanya, saat ini rasio elektrifikasi atau tingkat keterjangkauan listrik di Seruyan terendah se Kalteng.

“Proyek ini (Pembangunan transmisi) juga untuk meningkatkan rasio elektrifikasi Seruyan yang saat ini terendah di Kalteng. Ini (Ketersediaan listrik) harus segera kita realisasikan, paling tidak rasio elektrifikasinya sama dengan kabupaten lainnya di Provinsi Kalteng,” sambungnya.

Marwin-sapaannya- menambahkan, kegiatan fisik pembangunan tower gardu induk yang melintasi Samuda, Ujung Pandaran dan desa Sungai Bakau Kecamatan Seruyan Hilir Timur tersebut, akan dimulai pada bulan Juli tahun 2019 ini.

Terdapat sekitar 308 tapak tower yang dibangun dari Kotim sampai Kuala Pembuang dengan nominal proyek sebesar Rp40 miliar lebih tersebut.

Marwin menjelaskan, pembangunan jaringan transmisi gardu induk itu untuk memenuhi kebutuhan listrik hingga ke pedesaan, yang saat ini masih belum teraliri listrik.

“Di Kuala Pembuang saat ini kita menggunakan pembangkit tenaga diesel dengan kapasitas 4 megawatt, itu tidak mencukupi. Jika nanti pembangunan gardu ini selesai, kita akan tempatkan travo di Kuala Pembuang dengan kapasitas 30 Mpa atau setara 25 megawatt, hampir lima kali lipat dari daya yang ada sekarang,” ungkapnya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat kata Marwin, keberadaan gardu induk sebesar 30 Mpa tersebut juga dimaksudkan untuk menunjang keperluan proyek-proyek strategis di Kabupaten Seruyan seperti pengembangan bandara dan pelabuhan laut Segintung. 

“Semua itu tidak akan teroptimalkan operasionalnya jika, listriknya tidak memadai,” bebernya.

“Termasuk Balai Benih Ikan (BBI) di Telaga Pulang Kecamatan Danau Sembuluh, yang saat ini belum bisa operasional karena terkendala ketersediaan listrik yang tidak mencukupi,” tuturnya. Tim KI/KI-02

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *