Banjir di Seruyan Rendam 52 Desa, 16.000 Jiwa Terdampak

BUPATI SERUYAN Yulhaidir [ketiga dari kanan] menyerahkan bantuan beras kepada warga terdampak banjir, Minggu kemarin. Foto | Prokom Seruyan/Kalteng Independen

KUALA PEMBUANG, KI – Banjir yang telah berlangsung selama sepekan lebih di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng] merendam setidaknya 52 desa di enam kecamatan yakni, Kecamatan Hanau, Kecaamatan Danau Seluluk, Batu Ampar, Seruyan Tengah, Seruyan Hulu dan Suling Tambun.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD] Kabupaten Seruyan mendata, jumlah korban banjir di 52 desa tersebut sebanyak 4.500 Kepala Keluarga [KK], 16.000 jiwa terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten Seruyan Agung Sulistiyono kepada sejumlah media, Selasa [15/9/2020], mengatakan, jumlah desa terendam banjir kemungkinan akan terus bertambah. Pasalnya, volume air di DAS Seruyan belum menunjukkan tanda-tanda akan menyurut.

“Informasi hari ini dari Badan Meteorologi dan Geofisika [BMKG], di Kecamatan Suling Tambun hujan lagi, cuman kita belum tahu apakah hujannya deras atau biasa saja,” katanya.

Selain itu katanya, banjir diwilayah hulu itu akan membuat desa-desa di wilayah hilir dimungkinkan juga akan menyusul terendam.

Pantauan Kalteng Independen, Selasa [15/9/2020] pagi, sejumlah desa wilayah tengah atau di Kecamatan Hanau mulai terendam dengan ketinggian bervariasi, pihak kecamatan dan desa setempat mulai menyalurkan bantuan.

“Bantuan dari Dinas Sosial [Dinsos] sebanyak 32 ton sudah dikirim ke desa-desa, termasuk logistik untuk pengungsi di Desa Ayawan Kecamatan Seruyan Tengah,” katanya.

“Hari ini [Selasa] kita drop lagi sembako, berupa makanan siap saji, mie instan, susu dan lainnya,” tambahnya.

Agung menjelaskan, jumlah pengungsi di Kelurahan Rantau Pulut terdata sekitar 70 KK. Pengungsi terbanyak terdapat di Desa Ayawan ada sekitar 500 KK warga terdampak.

“Mereka mengungsi tidak jauh dari kampung. Saat terjadi banjir sebelumnya tidak sampai mengungsi, baru ini mereka mengungsi,” terangnya.

Agung menjelaskan, Desa Ayawan memang berada didataran yang agak rendah dari desa lainnya sehingga rentan banjir ketika musim penghujan datang.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Bambang
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *