Rahmat Nasution Hamka saat mengecek bantuan alsintan dari pemerintah pusat.
PALANGKA RAYA – Pada tahun 2017, setelah mendapat evaluasi dan saran dari anggota DPR RI Dapil Kalteng, Rahmat Nasution Hamka (RNH) yang kebetulan saat itu baru ditugaskan fraksi ke komisi IV yang sebelumnya di komisi II bidang pemerintahan dalam negeri, karena RNH wakil rakyat yang meniti karier dari bawah dan satu-satunya anggota DPR yang menempuh prestasi secara berjenjang sebagai wakil rakyat, yaitu sebagai Wakil Ketua DPRD Kobar 2004-2009, kemudian Anggota DPRD provinsi 2009-2014, dan periode sekarang mendapat kepercayaan di DPR RI.
Sehingga tidak diragukan lagi kapasitas dan kapabilitasnya, dimanapun ditugaskan di komisi langsung membuat gebrakan dan terobosan, tak terkecuali ketika di tugaskan di Komisi IV yang sangat pas dengan geografis daerah pemilihannnya Kalteng yaitu bidang pertanian dan kehutanan serta kelautan.
Disampaikan saat setiap raker dgn pihak kementerian terkait, agar dalam membuat program jangan seragam seluruh indonesia, harus memperhatikan aspek geografis dan demografis serta kultur setiap daerah.
“Contohnya dalam bantuan alsintan jangan semua daerah dikasih yang mini, kalau untuk Kalteng karena kondisi alamnya berbeda maka alsintan mini kurang dapat berfungsi optimal. Harus berupa alat yang lebih besar sejenis alat-alat berat seperti excavator dan dozer yang besar agar bisa melakukan land clearing yang benar sehingga cetak sawah siap pakai tidak menyisakan tunggul dan kayu lagi tapi terkupas semua. Dengan demikian maka alsintan mini baru bisa dioperasionalkan maksimal,” kata RNH, Rabu (28/2/2018).
Kemudian, lanjutnya, alat berat besar tersebut juga dapat membantu juga para peladang yang biasa di pedalaman untuk sawah kering, sehingga mereka dapat memfungsikan tanahnya secara optimal karena tunggul dan kayu tersisa dapat dikupas menggunakan alat tersebut. Hal ini juga dapat membantu untuk solusi tidak lagi masyarakat membakar lahan, karena tanahnya sudah di land clearing secara paripurna bahkan akan menambah semangat peladang untuk bertani tanaman lainnya misalnya sayur mayur dan lain-lain.
“Kami ucapkan terima kasih di tahun 2017 sudah dialokasikan untuk excavator dari kementan sebanyak 20 buah untuk Kalteng, tapi diminta agar segera dioperasionalkan sehingga dapat langsung membantu masyarakat di lapangan. Karena hasil peninjauan kami, alat masih standby di Palangka Raya,” katanya lagi.
Untuk pihak kementerian diminta agat jangan terlalu rumit dalam juknisnya, serahkan kepada Pemprov untuk dapat mengatur operasional dan distribusi alat tersebut.
“Apakah pinjam pakai kepada pihak kabupaten dengan syarat kabupaten harus siapkan anggaran untuk operasional alat tersebut atau bentuk lainnya, tapi yang paling penting alat tersebut bagaimana harus segera difungsikan agar segera bermanfaat bagi masyarakat, apalagi menghadapi karhutla ke depan ini,” demikian RNH.(lk16)
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *