Pengguna aplikasi E-Dabu, peaporan elektronik JKN-KIS.

Palangka Raya – Irwansyah (22) adalah seorang pegawai swasta di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit menjabat sebagai staf HR, sekaligus PIC HR di group perusahaannya yang bernam Agro Subur. Kesibukan di aktivitasnya itu masih ditambah lagi dengan kesibukan terkait program JKN-KIS yang harus dimonitor dan dibuat laporannya setiap bulan dengan melakukan pendataan pegawai untuk dilaporkan ke Kantor BPJS Kesehatan, baik itu pendaftaran baru maupun mutasi data karyawannya. Ketika ditemui pada acara sosialisasi aplikasi e-dabu di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya, Irwansyah menceritakan kesan-kesannya selama menggunakan aplikasi E-Dabu untuk pelaporan data karyawannya ke program JKN-KIS.
“Aplikasi E-Dabu ini sangat membantu sekali dalam pelaporan data karyawan ke BPJS Kesehatan. Selama ini sebelum tahu penggunaan aplikasi e-dabu, saya selalu melaporkan data karyawan dengan cara manual, yaitu harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan, terus ikut antrian, baru bisa menyerahkan data ke petugas customer service BPJS Kesehatan. Sebelumnya memang sudah pernah mendengar dan mengetahui tentang aplikasi E-Dabu, cuma belum tahu cara pengoperasiannya. Tetapi setelah paham dengan penggunaan aplikasi E-Dabu, betapa terbantunya ketika melaporkan data karyawan yang dibutuhkan untuk program JKN-KIS. Saya juga tidak perlu lagi datang ke Kantor BPJS Kesehatan, tidak antri dan menunggu, semuanya bisa di lakukan di kantor sendiri, bahkan juga bisa dilakukan di rumah asal ada jaringan internet,” ungkapnya, Kamis (15/11/2018).
Selain memudahkan Badan Usaha dalam melakukan pelaporan data karyawan, aplikasi E-dabu juga mempunyai fitur-fitur penting lainnya yang bisa diakses oleh Badan Usaha terkait kepesertaan program JKN-KIS, antara lain akses terhadap tagihan iuran Badan Usaha dan pencetakan kartu E-Id BPJS Kesehatan bagi karyawan Badan Usaha.
“Selain untuk pelaporan data terkait kepesertaan JKN-KIS karyawan, E-dabu juga digunakan untuk mengetahui jumlah tagihan bulanan yang harus dibayarkan ke BPJS Kesehatan. Terkadang juga digunakan untuk mencetak kartu E-Id karyawan yang baru didaftarkan dan belum mendapatkan kartu JKN-KIS, atau karyawan yang kartunya hilang dan belum sempat melaporkan untuk mendapatkan penggantian kartu,” ujar Irwansyah
Dengan semakin mudahnya akses badan usaha ke dalam program JKN-KIS dengan penggunaan aplikasi e-dabu, irwansyah juga mengharapkan kasus-kasus yang selama ini belum terakomodir dalam aplikasi edabu dapat segera diperbaharui, semisal untuk pelaporan peserta PBI yang sudah bekerja dan akan didaftarkan ke program JKN-KIS sebagai karyawan dari perusahaan.(GAB)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *