Biadab! Kakek Perkosa Bocah 8 Tahun Berkali-kali

KAPOLRES SERUYAN AKBP Bayu Wicaksono [tengah] didampingi, Kabag Humas I Gede Suarmayasa [kiri], Dinas Sosial [Dinsos], Satreskrim, menunjukkan barang bukti dan tersangka saat konferensi pers di Mapolres Seruyan, Jumat [11/12/2020]. Foto | Bambang

KUALA PEMBUANG, KI – Sungguh biadab, Ian [55], tega memperkosa seorang bocah berusia delapan tahun di Telaga Pulang Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng].

Padahal, Ian yang sebatang kara tersebut menumpang hidup di rumah orang tua sang bocah M [8], dan sudah dianggap sebagai keluarga.

Kapolres Seruyan AKBP Bayu Wicaksono didampingi Kabag Humas I Gede Suarmayasa, Satreskrim, Dinas Sosial [Dinsos] Seruyan saat konferensi pers di Mapolres Seruyan, Jumat [11/12/2020] mengatakan, perbuatan tersangka Ian [55], telah berlangsung sejak bulan Juni 2020 lalu atau selama 7 bulan [Juni-Desember].

“Berdasarkan pengakuan korban dan pemeriksaan penyidik terhadap tersangka, perbuatan tersebut dilakukan sebanyak 11 kali dengan rentan waktu yang berbeda-beda sejak bulan Juni hingga 9 Desember 2020,” kata Kapolres Seruyan AKBP Bayu Wicaksono.

Kapolres menjelaskan, perbuatan asusila tersebut seringkali dilakukan tersangka di rumah korban saat kedua orang tuanya berangkat bekerja, di rumah salah satu kerabat pelaku dan di kamar tamu dan terakhir kali dilakukan pelaku pada 9 Desember 2020.

KAPOLRES SERUYAN AKBP Bayu Wicaksono menginterogasi tersangka pencabulan usai konferensi pers di Mapolres Seruyan, Kabupaten Seruyan Kalteng, Jumat [11/12/2020]. Foto | Bambang
Kapolres menerangkan, dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur tersebut terungkap berawal dari laporan ibu korban yang mendapat pesan whatsapp dari korban.

“Pengungkapan kasus ini berawal saat korban menghubungi ibunya via whatsapps bahwa dirinya disetubuhi Ian, mendengar hal tersebut pelapor mendatangi korban di rumahnya, kemudian ibu korban melaporkannya ke Polsek Danau Sembuluh,” terangnya.

Atas perbuatannya, Ian dijerat pasal 76D jo pasal 81 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah dirubah pertama UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan dirubah terakhir dengan UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang jo pasal 65 ayat 1 KUHPidana.

Dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Bambang
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *