BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja Pastikan Koordinasi Manfaat Penjaminan Lakalantas Makin Optimal

Penandatanganan perjanjian kerjasama

PALANGKA RAYA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan PT Jasa Raharja memastikan penyelenggaraan koordinasi manfaat untuk kasus kecelakaan lalu lintas lebih optimal di tahun 2019.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak tentang Koordinasi Manfaat Penyelenggaraan Jaminan Kecelakaan Penumpang Angkutan Umum Dan Lalu Lintas Jalan Serta Jaminan Kesehatan, Jakarta (30/1/2019). Ketentuan penyelenggaraan koordinasi manfaat jaminan kecelakaan lalu lintas telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan di dukung oleh Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.02/2018 tentang Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan dalam Pemberian Manfaat Pelayanan Kesehatan.

“Atas hal tersebut kami tindak lanjuti melalui perjanjian kerjasama dan diharapkan akan makin optimal di tahun ini. Optimalisasi koordinasi manfaat ini juga merupakan salah satu strategi dari bauran kebijakan untuk mengatasi tantangan sustainibilitas Program JKN-KIS. Diharapkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akan semakin tepat sasaran tidak tumpang tindih antar lembaga penjamin satu dengan yang lain,” jelas Direktur Hukum, Kepatuhan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Bayu Wahyudi dalam rilisnya.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya, Muhammad Masrur Ridwan membenarkan informasi tersebut.

“Pada intinya, semua kasus kecelakaan lalu lintas wajib dilaporkan kepada kepolisian agar mendapatkan Laporan Polisi (LP), baik itu kecelakan tunggal maupun kecelakaan lalu lintas ganda. Karena berdasarkan Laporan Polisi itulah akan diketahui dengan pasti tempat dan tanggal kejadian,sehingga dapat dipastikan secara hukum apakah kecelakaan tersebut masuk dalam katagori kecelakaan lalu lintas tunggal atau ganda, atau malah kecelakaan bukan di jalan raya. Jika berdasarkan Laporan Polisi kasusnya tidak ditanggung oleh Jasa Raharja, maka akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Dan jangan lupa, peserta BPJS Kesehatan yang mengalami kecelakaan diberikan waktu selama 3×24 jam untuk melakukan pengurusan sampai dengan diberikan jaminan oleh BPJS Kesehatan,” imbuh Masrur selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya. (Tim KI)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *