Bupati Seruyan Pimpin Rapat Mediasi Tanah Adat Masuk Wilayah Operasional Perusahaan

BUPATI SERUYAN Yulhaidir memimpin rapat mediasi penyelesaian tuntutan tanah ulayat atau tanah adat Balai Keramat Bukit Padang Sei Pulukan, yang berada di wilayah Kecamatan Suling Tambun, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng], yang digelar di Gedung Serba Guna Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau, Sabtu [4/7/2020]. Foto | Prokom Seruyan/Kalteng Independen

PEMBUANG HULU, KI – Meski hari libur, Bupati Seruyan Yulhaidir meluangkan waktunya untuk melayani rakyatnya, menuntaskan aneka persoalan yang dihadapi masyarakat.

Seperti hari ini, Sabtu [4/7/2020], Bupati Yulhaidir memimpin rapat mediasi penyelesaian tuntutan tanah ulayat atau tanah adat Balai Keramat Bukit Padang Sei Pulukan yang berada di wilayah Kecamatan Suling Tambun Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng].

Rapat yang digelar di Gedung Serba Guna Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau tersebut, juga dihadiri Kasatpol PP dan Kebakaran, jajaran manajemen PT Hutanindo Lestari Raya Timber, Camat Suling Tambun, Damang Adat Seruyan Hulu, Damang Adat Suling Tambun, Damang Adat Hanau dan tokoh adat dari empat desa tersebut.

Adapun Balai Keramat Bukit Padang Sei Pulukan, dinilai warga Desa Rangkang Munduk, Tumbang Langkai, Tanjung Tukal dan Desa Tumbang Salau Kecamatan Suling Tambun, sebagai tempat suci.

Tanah adat tersebut diketahui masuk dalam RKT [Rencana Kerja Tahunan] PT Hutanindo Lestari Raya Timber.

Hal tersebut menyebabkan, rumpun keluarga ulayat/ tanah adat mengajukan keberatan dan memohon kepada Bupati Seruyan untuk memfasilitasi penyelesaiannya.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Bambang

.

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *