Bupati Sudarsono : Kuala Pembuang Akan Jadi Pusat Ekonomi Seruyan

Ilustrasi | Kalteng Independen

SERUYAN – Bupati Seruyan Sudarsono bertekad menjadikan Kota Kuala Pembuang sebagai pusat ekonomi di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah.

Salah satu cara yang harus dilakukan agar Kuala Pembuang jadi pusat ekonomi kata Bupati yakni, dengan mempercepat penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan Kuala Pembuang dengan kecamatan lain di wlayah hulu.

Adapun jalan penghubung yang menjadi prioritas utama diantaranya, ruas jalan penghubung Kuala Pembuang menuju Telaga Pulang, Kecamatan Danau Sembuluh, kemudian jembatan penghubung menuju Kecamatan Hanau di Desa Baung, jalan penghubung Pembuang Hulu – Rantau Pulut, Kecamatan Seruyan Tengah, dan Rantau Pulut menuju Kecamatan Suling Tambun.

“Kami yakin, dengan terhubungnya seluruh kecamatan akan membuat Kuala Pembuang menjadi pusat ekonomi di Seruyan,” kata Sudarsono, Minggu (24/6/2018).

Selama ini katanya, pertumbuhan ekonomi di wilayah Seruyan bagian tengah, lebih menguntungkan Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kotawaringin Barat (Kobar).

Banyak warga Seruyan khususnya yang bekerja di perusahaan melakukan aktivitas ekonomi ke kedua kabupaten tersebut, bukan ke Kuala Pembuang karena belum terbangunnya atau berfungsinya jalan dan jembatan secara maksimal.

Sudarsono melanjutkan, dengan terkoneksinya jalan dan jembatan dari hilir ke hulu akan lebih mudah mendorong perusahaan perkebunan kelapa sawit di Bumi Gawi Hatantiring, untuk menggunakan Pelabuhan Samudera Teluk Segintung sebagai tempat bongkar muat Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit maupun bongkar muat barang, yang saat ini sebagian besar masih dilakukan di Pelabuhan Bagendang Kotawaringin Timur dan Pelabuhan Kumai Kotawaringin Barat.

Ketika melakukan aktivitas di Pelabuhan Segintung, maka perusahaan-perusahaan juga dengan sendirinya akan berkantor di Kuala Pembuang, dan ini nanti yang membuat Kuala Pembuang menjadi pusat perekonomian di Seruyan dan Kalteng.

“Ini adalah strategi pembangunan untuk mendongkrak perekonomian,” katanya.

“Justru aneh kalau kita memaksa mereka (Perusahaan) untuk berkantor di Kuala Pembuang, sementara pelabuhannya di Kumai dan di Kotim,” tambahnya.

Dijelaskannya, Pemkab Seruyan diarahkan untuk melakukan pembangunan tidak terkonsetrasi (Menumpuk) hanya ditempat tertentu saja, dengan pertimbangan karena setiap pembangunan harus ada dampak ekonomi langsung yang menyentuh masyarakat.

“Kita membagi sedemikian rupa anggaran dengan kecamatan yang diatas, yang lebih utama memang jalan dan jembatan,” katanya lagi.

Dijelaskannya, perencanaan pembangunan dari Kuala Pembuang sampai Suling Tambun dibuat satu kesatuan yang pada akhirnya seluruh kekayaan Seruyan bisa mengalir ke Kuala Pembuang. (KI-03)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *