Demi Meningkatkan SDM Dinas PUPR Jalin MoU Dengan UN Muhammadiyah

Ahmadi, Ka UPTD Lab dan Alat Berat didampingi Hawali Rahman, Staf

KUALA PEMBUANG, KI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Seruyan yang dipimpin oleh Ir. Rita Dewantari, MMA melalui Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan universitas Mumammadiyah Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

MoU ini bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pada uptd agar handal dalam mengoperasiakan berbagai peralatan yang tersedia diruang Laboratorium, alat berat dan kontruksi. Selama ini berbagai sarana dan prasarana yang ada pada uptd itu, belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, kecuali hanya pada sarana alat berat saja. Sedang pada sarana yang lainnya seperti ruang laboratorium belum dapat dimanfaatkan. Hal ini dikarenakan minimnya ketersediaan SDM yang dapat mengoperasikan perangkat pada laboratorium tersebut.

Untuk mengantisipasi supaya alat tersebut tidak mubazir, karena tidak sedikit anggaran yang sudah digelontorkan untuk pengadaan berbagai alat itu. Disamping itu diharapkan dapat mendatangkan manfaat dan memudahkan para rekanan untuk melakukan uji lab terhadap kualitas pekerjaan yang akan dikerjakan, baik beton maupun jalan dan lainnya.

Selain dari hal tersebut, dengan beroperasi dan difungsikannya uptd laboratorium dan Peralatan kontruksi tentu akan meningkatkan kualitas pekerjaan, khususnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uptd yang dipimpin oleh Ahmadi terus berupaya membuat berbagai terobosan, diantaranya dengan menjalin nota kesepahaman/MoU dengan universitas muhammadiyah.

Dalam kesempatan wawancara KI dengan Dekan Teknik dan Informatika UN Muhammadiyah yakni Rida Respati, ST, MT yang diwakili oleh Norseta Ajie S, ST, MT pada kamis, 13/8/2020 kemarin, mengatakan, “Kami dari universitas Muhammadiyah Palangka Raya, kebetulan saya sebagai kepala laboratorium teknik sipil dan disamping saya adalah Dekan Universitas Mumammadiyah dan pak Kusnanto sebagai Teknisi laboratoium. Kedatangan kami sebagai tindak lanjut dari nota kesepakatan antara kami dengan pihak UPTD Laboratorium pada PUPR seruyan terkait pengembangan dan peningkatan SDM. Program kedepannya seperti apa dan termasuk juga alat yang akan digunakan. Dan alhamdulillah teman-teman di uptd ini alat-alatnya sudah mumpuni semua. Tinggal nanti sistem bagaimana pola kita untuk menjalankannya. Dalam hal itu kami dari UNM akan membantu, mudah-mudahan nanti akan ada sebuah kebaikan yang akan kita dapatkan dan manfaat untuk kabupaten seruyan kedepan pada umumnya”, katanya.

“Lebih lanjut Norseta menjelaskan bahwa untuk lab standar yang ada ini sudah sangat bagus, untuk menguji kekuatan beton pada cipta karya, DMF atau perencanaan campuran semen beton. Dan lagi ada beberapa alat pengujian desain untuk campuran material aspal juga sudah ada. Untuk pekerjaan baik beton, maupun pengaspalan sebaiknya ada rekomendasi dulu baru dapat dilaksanakan”, katanya lagi.

“Untuk tenaga teknis semacam ini, siapapun bisa, intinya asal mau belajar. Tinggal nanti pembagian tugasnya aja dari uptd, siapa nanti yang dikonsentarsikan pada lab material beton dan siapa yang akan dikonsentrasikan pada material aspal. Manfaat lainnya yang bisa diambil oleh kabupaten seruyan adalah, bahwa nanti secara kualitatif pekerjaan itu dapat terkontrol lebih baik. Kalau kita bicara kualitas bahwa umur pekerjaan itu akan bertahan sepuluh sampai dengan dua puluh tahun kedepan. Dan pula akan menghemat keuangan negara lebih besar karena dana pemeliharaannya sudah tidak ada, karena kualitas pekerjaan sudah baik. Namun kalau kualitas pekerjaan kurang baik/ jelek maka dana yang dikeluarkan negara untuk pemeliharaan lebih besar. Dengan adanya lab ini diharapkan nanti mutu kualitas pekerjaan akan semakin baik, dan hal lainnya uptd ini nantinya bisa menjadi primadona dalam penggalian PAD”, jelasnya lagi.

 

Ditambahkan oleh Teknisi lab, Kusnanto, “secara fungsi sebenarnya laboratorium ini sebagai alai kontrol pembangunan, karena secara volume bisa dihitung ketebalan mungkin juga panjang dan lainnya. Tapi yang namanya kualitas tidak bisa di ukur secara kasat mata, jadi harus di ukur dengan alat tadi, itu sebenarnya fungsi lab”, pungkasnya.

Ditemui terpisah Kepala UPTD di PUPR seruyan, Ahmadi yang didampingi stafnya yakni Hawali Rahman mengatakan “bahwa kedatangan  Dekan teknik sipil dan dua orang rekannya dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, adalah atas permintaan pihaknya. Tujuannya adalah untuk menjalin kerjasama dengan UPTD dalam hal meningkatkan kemampuan dan kualitas SDM yang ada di UPTD. Karena semenjak dibentuk sampai sekarang UPTD laboratorium dan Kontruksi tidak pernah berjalan secara maksimal. Kedepannya kami berharap dengan sudah berfungsinya laboratorium dapat menunjang pendapatan asli daerah, sementara ini peraturan daerahnya sedang dalam proses”, katanya singkat.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Fendi

 

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *