Pengguna Mobile-JKN di Palangka Raya.

Palangka Raya – Jetri Areawan (30), merupakan seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta yang ada di Kota Palangkaraya. Selama ini ia sering menyampaikan saran terkait kemudahan administrasi dalam menyampaikan perubahan data kepesertaan pada program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Ia sering mengalami kendala dalam hal melaporkan perubahan data kepesertaan program JKN-KIS, terutama terkait perubahan data fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama.

Selama ini, Jetri harus melaporkan perubahan data termasuk perubahan faskes tingkat pertama secara manual ke kantor dimana ia bekerja, yang kemudian akan ditindaklanjuti dan diteruskan laporannya tersebut ke kantor BPJS Kesehatan oleh HRD di perusahaannya. Dan menuutnya, proses tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama dan perubahan yang dimintanya tidak bisa langsung di-update.

“Saya sering sekali mengalami kendala dalam pelaporan perubahan data faskes tingkat pertama. Dimana saya harus melaporkan terlebih dahulu data perubahan faskes tersebut ke HRD perusahaan saya. Kemudian saya harus menunggu waktu yang lumayan lama agar faskes tingkat pertama saya terubah pada kepesertaan JKN-KI, karena ada beberapa proses yang harus dilakukan mulai dari kantor saya sendiri sampai ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Palangkaraya,” tutur Jetri, Senin (26/11/2018).

Tetapi setelah Jetri mengunduh aplikasi Mobile JKN, ia merasa sangat terbantu dengan berbagai fitur yang ada di dalamnya. Seperti yang selama ini ia butuhkan, aplikasi Mobile JKN dapat membantunya dalam hal melakukan perubahan data termasuk data faskes tingkat pertama. Selain memudahkan Jetri dalam melakukan perubahan data faskes, ia juga tidak harus menunggu waktu lama untuk perubahan data tersebut.

“Setelah saya download aplikasi Mobile JKN, saya merasa sangat terbantu sekali. Dengan aplikasi ini saya bisa melakukan perubahan faskes saya sendiri dimana pun dan kapan pun saya mau. Saya tidak perlu lagi menunggu waktu yang lama seperti pelaporan seperti sebelum adanya aplikasi Mobile JKN ini. Selain itu aplikasi ini juga bisa memunculkan KIS Digital yang bisa saya gunakan untuk berobat apabila saya lupa membawa KIS,” ujar Jetri.

Dengan adanya aplikasi Mobile JKN yang diusung oleh BPJS Kesehatan, diharapkan dapat membantu peserta JKN-KIS yang membutuhkan kemudahan dalam mengakses informasi serta melakukan administrasi kepesertaan dalam program JKN-KIS seperti yang dirasakan oleh Jetri. (GAB)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *