Diduga Illegal, 162 Potong Kayu Olahan Diamankan Satreskrim Polres Seruyan

BARANG BUKTI kayu olahan yang diduga ilegal dib wa ke Mapolres Seruyan. Foto | Ist

KUALA PEMBUANG, KI – Satuan Reserse Kriminal [Satreskrim] Polres Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng] meringkus seorang pria berinisial SI [37], bersama 162 potong kayu olahan di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 149 Sampit – Pangkalan Bun, Desa Pembuang Hulu Kecamatan Hanau Kabupaten Seruyan, Minggu [25/10/2020].

SI diduga sebagai pelaku tindak pidana perusakan hutan [illegal logging]. Karena membawa kayu tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Kapolres Seruyan AKBP Bayu Wicaksono melalui Kasatreskrim Iptu Irfan MN Alireja, Senin [26/10/2020] menjelaskan, terungkapnya dugaan tindak pidana illegal logging tersebut bermula saat petugas Satreskrim mendapat informasi dari masyarakat tentang seringnya kendaraan dump truck yang mengangkut kayu melintas di jalan Jenderal Sudirman kilometer 145 Sampit-Pangkalan Bun.

Kemudian, anggota Satreskrim Polres Seruyan melakukan penyelidikan di wilayah tersebut dan pada hari Minggu [25/10/2020], anggota Satreskrim mendapati satu unit dump truck warna hijau yang sedang melintas di Jalan Jenderal Sudirman, kilometer 145 Sampit-Pangkalan Bun, Desa Pembuang Hulu Satu Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan.

“Karena merasa curiga, kemudian anggota memberhentikan truck tersebut, setelah dilakukan pengecekan, SI ternyata mengangkut kayu olahan berbagai macam ukuran,” katanya.

“Kemudian, salah satu anggota menanyakan, terkait surat atau dokumen yang sah dari pihak yang berwenang untuk melakukan pengangkutan kayu, namun sopir tersebut tidak dapat memperlihatkannya, selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan dan dibawa ke Polres Seruyan guna proses lebih lanjut,” ungkapnya.

Kasatreskrim menambahkan, saat meringkus SI, petugas juga mengamankan 162 potong kayu olahan berbagai macam ukuran, satu unit dump truck merk HINO warna Hijau bersama dengan bukti lainnya yang berkaitan dengan barang tersebut.

“Kami akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap terduga pelaku tindak pidana illegal logging ini, sedangkan untuk tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polres Seruyan guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Dijelaskannya, SI terancam pasal 83 ayat [1] huruf b Jo Pasal 12 huruf e UU RI nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan hutan, dengan hukuman pidana paling lama 4 tahun penjara.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Bambang
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *