Dijual Bebas, Distribusi Elpiji 3 Kg Diduga Salah Sasaran

CAMAT Seruyan Hilir Didi Darmadi (Tengah), Camat Danau Seluluk Anang Dirjo, saat mengikuti rapat evaluasi penyaluran gas elpiji tiga kilogram di Aula Kantor Bupati Seruyan, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah, Jumat (27/4/2018).

SERUYAN – Rapat evaluasi distribusi elpiji tiga kilogram di Aula Kantor Bupati Seruyan, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (27/4/2018), mengemuka sejumlah persoalan distribusi Elpiji diantaranya, elpiji tiga kilogram yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin ternyata dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Rapat menindaklanjuti surat Gubernur Kalimantan Tengah perihal distribusi elpiji tersebut dipimpin Asisten II Setda, Djainudinnor, Kabag Ekonomi, Staf Ahli Bupati Ilias, dihadiri agen, pangkalan, di sejumlah Kecamatan Kabupaten Seruyan.

Sayangnya, elpiji bersubsidi tiga kilogram yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin ternyata dijual untuk umum. Akibatnya, banyak masyarakat pedesaan yang tidak bisa menikmati elpiji tiga kilogram. Sementara pemerintah telah mengurangi pasokan minyak tanah (Mitan) secara drastis.

“Yang terjadi sekarang distribusi elpiji bersubsidi banyak salah sasaran, karena memang tidak ada data yang menjadi acuan untuk mendistribusikan elpiji subsidi,” kata Camat Seruyan Hilir Didi Darmadi.

Menurut Didi, di Kabupaten Seruyan ada sekitar 6.088 masyarakat penerima elpiji yang dibagi oleh Pemerintah melalui Pertamina beberapawaktu lalu, namun tidak jelas masyarakat yang mana saja sebagai penerimanya. Hal itu diperparah ketiadaan data yang jelas.

“Elpiji tiga kilogram ini sebenarnya diperuntukan bagi orang miskin karena itu harusnya tidak dijual bebas seperti sekarang. Akhirnya yang terjadi salah sasaran, selain itu rantai pasokannya juga tidak jelas,” katanya.

ASISTEN II SETDA Djainudinnor (Kiri), Kabag Ekonomi Setda, Staf Ahli Bupati Ilias ketika memimpin rapat evaluasi distribusi gas elpiji tiga kilogram di Aula Kantor Bupati Seruyan, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah, Jumat (27/4/2018).

Dia menyarankan, distribusi elpiji tiga kilogram dapat dilakukan seperti pola distribusi Beras Miskin (Raskin) Raskin sehingga rantai pasok menjadi jelas, mulai titik kumpul di kecamatan hingga ke desa-desa.

Selain itu, karena elpiji tiga kilogram tersebut ditujukan untuk masyarakat miskin dan merupakan salah satu kebutuhan startegis masyarakat harusnya didistribusikan dengan melibatkan pemerintah daerah mulai dari tingkat kecamatan hingga desa.

Pemerintah di tingkat bawah seperti pemerintah desa memiliki data penduduk yang menjadi konsumen, termasuk memahami kondisi geografis wilayahnya sehingga peruntukannya elpiji tiga kilogram tepat jumlah dan tepat sasaran.

“Sekarang kita tidak dilibatkan dalam distribusi elpiji tiga kilogram, walaupun sebenarnya kita tahu mana masyarakat yang berhak mendapatkan dan mana yang tidak. Kita hanya dilibatkan ketika ada masalah, terutama saat terjadi kelangkaan atau lonjakan harga di lapangan,” terangnya.“

“Elpiji tiga kilogram adalah program khusus, jadi harusnya dilaksanakan secara khusus, bukan dilepas begitu saja sehingga tidak terkontrol seperti sekarang,” kata mantan Camat Seruyan Hulu itu lagi. (KI-02)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *