BUPATI SERUYAN Yulhaidir mengecek rumah tidak layak huni yang akan dilakukan perehaban oleh Pemkab Seruyan Tahun 2020. Foto | Prokom Seruyan/Kalteng Independen

KUALA PEMBUANG, KI – Pemerintah Daerah [Pemda] Kabupaten Seruyan terus berupaya mengurangi jumlah Rumah Tidak Layak Huni [RTLH] yang ada di wilayahnya. Salah satunya melalui bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya [BSPS] atau yang dikenal dengan istilah bedah rumah.

Hal ini merupakan wujud nyata bahwa Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat kurang mampu atau berpenghasilan rendah. Dengan adanya RTLH ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman, disamping untuk mengurangi terjadinya kesenjangan ditengah masyarakat.

Melalui Dinas  Perumahan, Kawasan pemukiman dan Pertanahan [Perkimtan] di tahun 2020, akan melanjutkan lagi program yang sudah dijalankan pada tahun 2019 yang lalu.

Pelaksana tugas [Plt] Kadis Perkimtan Seruyan Yuri Setiabudi, SE saat  dikonfirmasi KI diruang kerjanya pada Selasa, [21/1/2020] menjelaskan tentang berbagai program kerja yang akan dilaksanakan oleh dinas yang dipimpinnya pada tahun 2020 ini.

“Sesuai visi dan misi Bupati Seruyan, dinas perumahan memprogramkan perumahan swadaya yaitu berupa bantuan bedah rumah bagi rumah warga yang tidak layak huni, karena masih berpenghasilan rendah. Oleh karena itu bapak Bupati melalui dinas yang kami pimpin mengintruksikan agar melalukan pendataan di beberapa kecamatan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil investigasi pihaknya, dan olah data yang kami lakukan, disamping beberapa informasi yang disampaikan oleh pihak kecamatan dan desa, maka kami melakukan survey dilapangan.

“Ada beberapa desa yang menjadi sasaran program perumahan swadaya, yaitu desa Kuala Pembuang II di Kecamatan Seruyan Hilir, diantaranya Desa Pematang Panjang. Di Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Desa Rantau Panjang. Di kecamatan Seruyan Hulu, dan beberapa desa lainnya yang ada di Kecamatan Danau Sembuluh, Suling Tambun, Hanau dan Seruyan Tengah”, katanya lagi.

“Di samping hal tersebut, adanya program bantuan pembuatan prasarana sanitasi wc per rumah masyarakat, rehabilitasi rumah yang terkena bencana, relokasi warga yang daerahnya terkena bencana. Akan tetapi untuk kegiatan seperti jalan lingkungan atau semenisasi, melakukan perencaan teknis sebagai tindakan awal. Namun demikian bahwa ada beberapa kawasan pemukiman yang mejadi sasaran program pembangunan jalan lingkungan, antara lain di kawasan kumuh di Tumbang Langkai, di Rantau Pulut, di Telaga Pulang, dan di Tumbang Sentawai”, jelas Setiabudi.

Terkait alokasi anggaran yang tersedia, dikatakan Setiabudi, anggaran untuk bidang perumahan bersumber dari APBD Seruyan, anggaran provinsi dan dana DAK, sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah pusat berdasarkan data yang disampaikan oleh dinas Perkimtan. Sementara untuk pembiayaan oleh provinsi pihaknya hanya mengurusi administrasi. Adapun dana yang bersumber dari APBD diakuinya terbatas dengan besaran Rp2 milyar, dana DAK Rp3 milyar, sedangkan untuk besaran anggaran dari provinsi belum diketahui.

Dalam kesempatannya itu Plt dinas Perkimtan Yuri Setiabudi mengharapkan kerjasama yang baik dan peran aktif pihak kecamatan dan desa, agar bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui program dinas Perkimtan bisa tepat sasaran.

 

  • Koreponden : Tim KI
  • Editor            : Efendi 
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *