KUALA PEMBUANG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Seruyan menyayangkan hampir seluruh desa tidak merespon verifikasi data warga kurang mampu yang dikirim ke setiap desa di Kabupaten Seruyan.

Pernyataan itu dikemukakan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Dadan Supandi, Jumat (22/2/2019), usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) penyaluran bantuan sosial di Mapolres Seruyan.

“Kita sudah dua kali mengirimkan rilis ada form isian untuk pihak desa, sosialisasi juga sudah dilaksanakan, tapi sampai saat ini tidak ada respon,” kata Dadan Supandi yang didampingi Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Dinsos Seruyan Mujiyem.

“Karena yang bisa menghapus data itu hanya pihak desa, dan yang lebih tahu kondisi di desa itu kan aparat desa setempat,” katanya.

Dia berharap, dengan adanya kerjasama dengan kepolisian, bantuan sosial akan lebih tepat sasaran.

“Kedepan tidak ada lagi bantuan sosial yang salah sasaran,” kata Mujiyem menimpali.

Update data warga kurang mampu menurut Dadan Supandi, sangat penting mengingat, angka kemiskinan di Kabupaten Seruyan masih tertinggi se-kabupaten/kota di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, angka kemiskinan di Kabupaten Seruyan mencapai 6.777 warga miskin atau tertinggi se Kalteng. Data Dinsos Seruyan, sekitar 3 ribu an lebih sudah tersentuh melalui program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni), Program Keluarga Harapan (PKH) serta sejumlah program lainnya. (KI-02) 

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *