Dinkes Pulpis Himbau Apotik dan Toko Obat Tidak Menjual Obat Albothyl

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau dr Muliyato Budihardjo.

KI – Menindaklanjuti surat edaran dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tentang larangan penjualan obat jenis albothyl di apotek dan toko obat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau mengeluarkan surat edaran. Isinya melarang penjualan produk tersebut di semua apotek dan toko obat setempat.

Kepala Dinkes Kabupaten Pulang Pisau dr. Muliyato Budihardjo mengatakan, pihaknya sudah membuat surat edaran itu.

“Hari ini kita sudah merapatkan terkait pelarangan obat jenis itu, dan sesegera mungkin surat edaran itu sudah kita edarkan kesemua apotik dan toko obat. Intinya melarang apotek dan tokoh obat tak lagi mengedarkan Albolthyl,” tegasnya, Senin (19/2/2018).

Meski telah muncul hasil pengujian penggunaan albothyl untuk obat sariawan dapat berdampak buruk, berdasarkan pantauan, masih ada beberapa toko obat, apotik dan toko lainnya di Pulang Pisau yang masih memasarkan obat jenis tersebut.

“Untuk mengeluarkan surat edaran pelarangan obat jenis albhotyl ini tentunya segera kita laksanakan, namun kalau untuk menarik peredaran obat itu baik di toko obat, apatik, mini market dan toko-toko lain, tentunya itu adalah kewenangan BPOM,” tegas dr. Muliyanto.

Sebelumnya, diketahui bahwa BPOM RI membekukan izin edar Albothyl karena mengandung policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat. Selain itu obat ini termasuk obat keras. (fen)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *