Honorer Pemkab Seruyan Ngaku Khilaf Usai ‘Gituin’ Siswi TK

Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting menginterogasi tersangka pencabulan terhadap siswi TK, MRJ (35), didampingi Kabag Ops AKP Wahyu Edi Priyanto, Kasatreskrim Iotu Wahyu Setyo Budiarjo, usai konferensi pers di Mapolres Seruyan, Kamis (10/5/2018). Foto | Kalteng Independen

SERUYAN – Oknum honorer Pemkab Seruyan MRJ (35) warga Jalan Ais Nasiution Kuala Pembuang Kecamatan Seruyan Hilir, Selasa (8/5) diciduk aparat Kepolisian Resort (Polres) Seruyan usai melakukan pelecehan terhadap anak dibawah umur BG (4,8).

Kepada penyidik MRJ mengakui perbuatan cabulnya karena khilaf. MRJ diduga mengidap penyakit penyimpangan seksual terhadap anak dibawah umur atau pedofilia.

Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting, ketika menggelar konferensi pers di Aula Mapolres Seruyanm, Kamis (10/5/2018) mengatakan, pegawai honorer yang bekerja sebagai cleaning servis di salah satu SOPD lingkungan Pemkab Seruyan itu, ketahuan mencabuli anak dibawah umur ketika korban merintih kesakitan saat buang air kecil.

“Saat ini MRJ sudah diamankan di Mapolres dan ditetapkan menjadi tersangka,” katanya.

Perwira menengah Polri ini mengatakan, koronologi kejadian pada Selasa (8/5) itu, korban yang sedang bermain di depan rumah tersangka langsung ditarik oleh tersangka ke dalam rumah, kemudian tersangka mencabuli korban di dalam kamar.

Perbuatan tidak senonoh tersangka terungkap sore harinya, saat orang tua korban mendengar korban merintih kesakitan ketika buang air kecil.

Mengetahui hal tersebut, orang tua korban langsung menanyakan kondisi yang dialami korban, dan korban mengaku telah dicabuli oleh pelaku.

Orang tua korban selanjutnya juga bertanya kepada saksi yang melihat langsung tersangka membawa korban masuk ke dalam rumah.

“Ada saksi yang melihat,” ujar Kapolres.

Merasa anaknya diperlakukan tidak senonoh, orang tua korban kemudian melaporkan perbuatan tersangka ke Polsek Seruyan Hilir.

Akibat perbuatannya tersebut, MJR terancam dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (KI-03)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *