Ingkar Janji, Puluhan Warga Blokade Lahan Sawit PT Tapian Nadenggan

PULUHAN WARGA mendirikan tenda di areal sawit PT Tapian Nadenggan Sinarmas Group di Pembuang Hulu Kecamatan Hanau Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah, Sabtu [19/9/2020]. Foto | Kalteng Independen

KUALA PEMBUANG, KI – Puluhan warga Pembuang Hulu Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng] terpaksa harus menutup akses sejumlah blok di Perusahaan Besar Swasta Kelapa Sawit [PBS-KS] PT Tapian Nadenggan, sejak Sabtu [19/9/2020] kemarin.

Penutupan akses jalan dengan mendirikan tenda ditengah jalan perusahaan tersebut harus dilakukan, karena perusahaan milik Sinarmas Group tersebut, diduga mengingkari janji dengan kesepakatan yang telah ditandatangani bersama dan disaksikan langsung oleh tim mediasi Pemkab Seruyan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pembuang Hulu Kecamatan Hanau pada bulan Agustus lalu.

“Kita sudah sepakat, pada saat mediasi itu perusahaan [PT Tapian Nadenggan] diberikan waktu hingga tanggal 10 september 2019 untuk memberikan jawaban atas penyelesaian sengketa. Namun, kita tunggu sampai sekarang belum juga ada jawaban,” ujar Suhardi, perwakilan warga.

WARGA membuat tenda di jalan PT Tapian Nadenggan, Sabtu [19/9/2020]. Bolakde tersebut dilakukan karena pihak perusahaan ingkar janji dengan kesepakatan bersama. Foto | Kalteng Independen
Suhardi menjelaskan, dalam beberapa kali mediasi terungkap, jika perusahaan group Sinarmas tersebut tidak bisa membuktikan bahwa tanah yang disengketakan tersebut telah diganti rugi. Adapun luasan lahan yang dituntut warga seluas kurang lebih 288 hektar [Ha].

“Sudah tiga kali mediasi, ketika pemerintah meminta bukti ganti rugi yang dimiliki perusahaan, mereka tidak bisa membuktikan. Karena memang benar tanah ini belum pernah di ganti rugi,” tambah Suhardi.

Suhardi mengatakan, mereka akan terus melakukan penutupan akses pada lahan sengketa hingga ada titik terang penyelesaiannya.

“Kita sudah capek berurusan dengan perusahaan ini [PT Tapian Nadenggan], terakhir tahun 2018 lalu juga pernah kita urus, tapi pihak perusahaan seolah tidak ingin menyelesaikan persoalan ini,” paparnya.

Ketika berita ini diterbitkan, Tim Kalteng Independen belum berhasil menghubungi pihak PT Tapian Nadenggan.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Bambang
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *