Ini Alasan Bupati Seruyan Kampanyekan ‘Perangi’ Narkoba

BUPATI SERUYAN Yulhaidir memberikan arahan kepada ASN dilingkup Pemkab Seruyan, Selasa [10/3/2020]. Foto | Ist/Kalteng Independen

KUALA PEMBUANG, KI – Bahaya narkoba sudah tidak diragukan lagi, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan dewasa ini kian meningkat, maraknya penyimpangan perilaku generasi muda dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini.

Sudah banyak contoh dampak dari narkoba terhadap generasi penerus, hal ini tentu menjadi perhatian bersama.

Bupati Seruyan Yulhaidir menceritakan bahwa dirinya pernah menjadi korban dari narkoba. Sebagai orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Bumi Gawi Hantantiring kerap mengampanyekan untuk menjauhi barang haram tersebut.

Ujian beratpun pernah menimpa keluarganya, saat itu anaknya sendiri pernah terjerumus memakai barang haram tersebut. Sebab itulah ia terus mengingatkan semua pihak agar menjauhi narkoba.

“Saya juga pernah menjadi korban dari narkoba, tapi bukan saya pelakunya, anak saya yang memakai narkoba,” kenangnya saat memberikan sambutan pada pengambilan sumpah jabatan kepada 252 Pegawai Negeri Sipil [PNS], Selasa [10/3/2020].

Lebih lanjut ia bercerita akibat narkoba cincin kawin kesayangannya dijual oleh anaknya untuk mendapatkan barang haram itu.

“Cincin kawin saya dijual oleh anak saya, barang kesayangan kita punya history dijual gara-gara narkoba itu tadi. Maka saya tidak ada toleransi untuk narkoba, siapa saja akan ditindak tegas,” kenangnya.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Bambang
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *