Jaga Kebersihan Lingkungan, Jangan Buang Sampah Sembarangan

Kadis Lingkungan Hidup, Priyo Widagdo

KUALA PEMBUANG, KI – Dengan mengusung Tema “Sungai Bebas Sampah, Masyarakat Sehat, Desa Indah, dengan target mengumpulkan  8 (delapan) ton sampah dari 11 desa dan 2 kelurahan”, demikian dikatakan Direktur Ekskutif  Rimba Raya Conservation, Syilviana Adhella melalui press release yang diterima KI pada selasa, 25/8/2020.

“Hal yang paling utama agar tumbuh kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sempadan sungai seruyan. Sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan dapat menjadi ikon seruyan, hingga dapat menjadi salah satu destinasi wisata sungai di Indonesia”, ujar Sylviana.

Sylviana menegaskan bahwa “sampah adalah salah saatu penyumbang emisi gas rumah kaca, dalam bentuk CH4 (metana) dan CO2 (karbondioksida). Pengelolaan dengan sistem open dumping di Tempat Pembuangan Akhir mengakibatkan sampah organik yang tertimbun mengalami pembusukan dan menghasilkan gas metana. Gas metana mempunyai kekuatan merusak 20 kali lipat dari gas karbondioksida. Terlepasnya gas metana ke udara dapat mencemari udara dan berdampak memicu terjadinya pemanasan global serta terjadinya perubahan iklim. Bisa dibayangkan jika kita masih tidak peduli akan adanya bahaya sampah, yang selain dapat mengakibatkan pemanasan global juga berdampak buruk bagi kelangsungan ekosistem global serta kesehatan manusia”, pungkasnya.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), setiap tahun Indonesia menghasilkan 64 juta ton sampah, yang terdiri dari 60 persen sampah organik dan 14 persen sampah plastik. Dari angka itu hanya 7 persen yang di daur ulang, 69 persen diantaranya menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA), sementara sisanya 24persen dibuang disembarang tempat yang berakibat mencemari lingkungan.

Sampah tidak hanya merusak kelestarian lingkungan, tapi juga mengganggu kesehatan masyarakat. Pencemarannya yang bisa melalui udara, air, tanah, maupun kontak dengan organisme lain dapat menimbulkan penyakit.

Disamping hal tersebut diatas tadi, sampah organik yang tidak terkelola, selain menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu estetika, juga menjadi media perkembangbiakan vektor dan hewan pengerat.

Dampak langsungnya menurunkan kualitas lingkungan. Ini dapat menimbulkan efek pada biota maupun kesehatan manusia.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Fendi
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *