PALANGKA RAYA – Mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah harapan dari semua peserta program JKN-KIS. Begitupun halnya dengan Fazri Rahman (31), seorang peserta program JKN-KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerimah Upah (PBPU) alias pekerja mandiri Kota Palangka Raya.

Fazri beserta keluarganya telah terdaftar didalam program JKN-KIS sejak bulan Mei tahun 2017 lalu. Pada mulanya ia sekeluarga mendaftar kedalam program JKN-KIS untuk persiapan ketika sang istri akan melahirkan anak keduanya. Hingga akhirnya pada bulan Juli 2017, istri Fazri harus melahirkan dengan cara operasi caesar di rumah sakit yang sebelumnya tak pernah ia duga.

“Tadinya saya dan istri menginginkan proses persalinan dengan cara normal. Malam itu saya bawa istri ke UGD rumah sakit karena istri sudah mulai merasakan sakit. Di UGD rumah sakit istri saya langsung dilayani dan dibantu untuk proses melahirkan secara normal. Setelah beberapa lama, istri saya belum juga melahirkan sampai dia sudah gak kuat lagi. Nah, dari situ kemudian dokter yang saat itu membantu persalinan istri saya mengatakan bahwa persalinannya harus dilakukan dengan cara operasi caesar karena kekuatan fisik istri yang sudah menurun,” jelas Fazri, Jumat (25/1/2019).

Pada saat itu pun ia langsung merasa kebingungan dengan biaya operasi sang istri yang harus ia siapkan, karena ia paham bahwa biaya persalinan dengan cara operasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi jika bayinya nanti juga harus membutuhkan perawatan khusus secara tersendiri.

“Saya sangat beruntung karena sudah terdaftar di dalam program JKN-KIS ini. Program JKN-KIS sudah membantu biaya pelayanan operasi istri saya saat melahirkan. Saya tidak tahu berapa besar uang yang harus saya siapkan dan saya bayarkan ke rumah sakit kalau biaya operasi persalinan itu saya yang tanggung sendiri. Apalagi waktu itu saya tidak ada persiapan uang sama sekali karena berharap bisa melahirkan dengan cara normal dan tanpa operasi,” ungkap Fazri.

Fazri pun sadar bahwa dalam kepesertaan program JKN-KIS ini yang diutamakan adalah sistem gotong royongnya. Sehingga ia pun berkomitmen untuk tetap membayarkan iuran program JKN-KIS ia beserta keluarga secara tepat waktu agar dapat membantu peserta lainnya yang sedang membutuhkan.

“Alhamdulillah, sampai sekarang saya tetap rutin membayar iuran JKN-KIS tepat waktu. Bukan untuk apa, karena kita harus saling tolong menolong sesuai dengan konsep program JKN-KIS ini, yaitu gotong royong. Karena ketika saya dan keluarga membutuhkan, peserta lain membantu melalui iuran yang mereka bayarkan. Kini saatnya kami membantu mereka yang membutuhkan melalui iuran yang rutin dibayarkan tepat waktu,” tambahnya. (Tim KI)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *