Jelang Ramadan, Polres Akan Bersihkan Miras di Bumi Gawi Hatantiring

Wakapolres Seruyan Kompol Agus Dwi Suryanto berkoordinasi dengan sejumlah Kapolsek usai memimpin apel cipta kondisi di halaman Eks Kantor Camat, Pembuang Hulu Kecamatan Hanau, Jumat (11/5)/2018. Menjelang datanbgnya bulan suci Ramadan, Polres Seruyan beserta jajarannya akan membersihkan Kabupaten Seruyan dari minuman keras. Foto | Kalteng Independen

SERUYAN – Menekan penyakit masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Seruyan akan membersihkan peredaran dan penggunaan minuman keras (Miras) di seluruh wilayah Kabupaten Seruyan.

Penertiban dalam operasi cipta kondisi menjelang datangnya bulan suci ramadan 1439 Hijriyah itu akan melibatkan seluruh jajaran Polsek se Kabupaten Seruyan

Itu disampaikan Wakapolres Seruyan Kompol Agus Dwi Suryanto usai memimpin apel gabungan cipta kondisi bersama jajaran Polsek se Kabupaten Seruyan di Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau, Jumat (11/5/2018).

Sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, razia dilaksanakan untuk mencegah dan mengurangi tindak kriminalitas serta penyakit masyarakat, peredaran minuman keras khususnya miras oplosan.

Langkah antipatif tersebut dilakukan agar persoalan miras oplosan yang banyak menelan korban jiwa di berbagai daerah, tidak terjadi diwilayah Seruyan.

“Untuk itu kita sampaikan kepada seluruh Kapolsek untuk dibersihkan kalau memang ditemukan nanti adanya miras, khususnya miras oplosan,” katanya.

“Melalui Kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) ini mau kita berantas habis,” ujarnya.

Wakapolres Komisaris Polisi Agus Dwi Suryanto, memimpin apel gabungan cipta kondisi jelang ramadan bersama jajaran Polsek se Kabupaten Seruyan di Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau, Jumat (11/5/2018). Foto | Kalteng Independen

Selama ini katanya, Polres Seruyan beserta jajaran selalu aktif melakukan patroli atau razia untuk menekan peredaran minuman keras, khususnya minuman keras oplosan yang banyak dikonsumsi masyarakat.

“Kita berharap upaya menekan peredaran ini lebih ditekan melalui pencegahan dan penegakan hukum,” katanya.

Menurutnya, peredaran dan konsumsi minuman keras, khususnya minuman keras oplosan di Seruyan sudah cukup mengkhawatirkan.

Minuman keras oplosan jenis arak tradisional serta minuman yang diracik menggunakan alkohol serta minuman berenergi banyak dikonsumsi oleh berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga anak-anak. Apabila tidak segera diantisipasi maka, dikhawatirkan dapat memicu terjadinya berbagai tindak kriminalitas di masyarakat bahkan hingga korban jiwa.

“Karena itu kita mengintensifkan razia untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta mencegah adanya korban jiwa akibat mengonsumsi minuman keras oplosan seperti yang sudah terjadi di daerah lain,” katanya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar ibadah Ramadhan berlangsung dengan baik.

“Menjaga Kamtibmas bukan hanya kewajiban TNI, Polri dan pemerintah tapi juga masyarakat, karena tanpa adanya keterlibatan masyarakat maka Kamtibmas juga akan sulit terwujud,” paparnya. (KI-03)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *