Yusuf, Pengguna Kartu JKN-KIS di Palangka Raya.

Palangka Raya – Yusuf (48) adalah seorang pekerja bangunan di Kota Palangkaraya. Sebagai kuli bangunan dapurnya bisa ngebul jika ia mendapat panggilan dari warga atau perusahaan yang membutuhkan tenaganya. Namun demikian ia tetap bersyukur dan sangat peduli atas jaminan kesehatan bagi keluarganya, terbukti Ia dan keluarga telah terdaftar pada program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai peserta mandiri terhitung mulai bulan April 2014.

Baru-baru ini istrinya yang bernama Muliaty (49) melakukan kontrol di RSUD dr. Doris Sylvanus akibat operasi Katup Jantung yang sebelumnya telah dilakukan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Ketika ditemui di kantor BPJS Kesehatan Cabang Palangkaraya untuk melakukan update data kepesertaan, ia menceritakan betapa tertolongnya ia dan keluarga dengan menjadi peserta JKN-KIS.

“Saya merasa sangat terbantu sekali dengan menjadi peserta JKN-KIS ini. Seluruh biaya pelayanan kesehatan istri saya yang selama ini dilakukan, sama sekali tidak ada yang dipungut biaya tambahan dari kami sekeluarga. Semuanya murni dari program JKN-KIS. kalau saya membayar sebagai pasien umum, saya pasti harus mengeluarkan ratusan juta rupiah untuk biaya operasi katup jantung istri saya di rumah sakit. Tetapi dengan program JKN-KIS ini saya tidak mengeluarkan biaya apapun, semua dijamin sesuai prosedur,” ungkap Yusuf, Senin (26/11/2018).

Yusuf juga menyampaikan bahwa pelayanan yang ia dan istrinya terima ketika di rumah sakit sangat baik, tidak ada pembedaan pelayanan dengan pasien umum. Maka dari itu ia berpesan bahwa menjadi peserta JKN-KIS sangat penting, dan jangan lupa untuk selalu rutin membayar iuran agar status kepesertaannya tetap aktif.

“Penting sekali membayar iuran JKN-KIS dengan tepat waktu. Saya sendiri pernah lalai membayar iuran sehingga terkena denda pada pelayanan, tapi untung saja waktu itu cuma perawatan biasa, bisa dibayangkan jika saya terkena denda untuk pelayanan operasi katup jantung yang membutuhkan biaya sangat mahal. Berapa biaya yang harus saya bayarkan untuk melunasi denda tersebut. Sejak saat itu saya selalu bayar iuran tepat waktu, tidak lain untuk kepentingan saya sendiri dan keluarga,” tutup Yusuf. (GAB)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *