Peserta BPJS Kesehatan Palangka Raya.

Palangka Raya – Arief (29) merupakan seorang wiraswasta di Kota Palangkaraya yang kesehariannya sibuk berdagang di pasar. Ia terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang biasa disebut sebagai peserta mandiri.

Ketika ditemui, ia sedang berada di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Palangkaraya karena sedang melakukan pendaftaran anggota keluarga tambahan dalam kepesertaan program JKN-KIS. Arief pada saat itu mendaftarkan saudara laki-lakinya. Ia sangat terkesan dengan program JKN-KIS. Menurutnya, program JKN-KIS ini selain dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan, juga bisa membantu perekonomian keluarga seperti yang telah ia rasakan.

“Program JKN-KIS ini sangat baik, selain merupakan program yang bisa membantu masyarakat dalam memperoleh jaminan pelayanan kesehatan, program ini juga membantu meningkatkan perokonomian keluarga.

Contohnya seperti yang saya alami sendiri. Dulu ketika saya sakit harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membayar biaya pengobatan, apalagi biaya pengobatan itu mahal. Tetapi dengan adanya program JKN-KIS ini ketika sakit saya tidak perlu mengeluarkan biaya apapun karena semua dijamin BPJS Kesehatan sesuai ketentuan, sehingga uang bisa tetap ditabung atau digunakan untuk keperluan lain. Dengan begini saya bisa lebih hemat, karena cukup dengan membayar iuran setiap bulan secara rutin yang jumlahnya bisa dibilang tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan ketika berobat dengan biaya sendiri. Belum lagi kalau menderita penyakit berat seperti jantung, kanker atau cuci darah, bisa-bisa iuran yang kita bayar belasan bahkan puluhan tahun tidak akan cukup untuk membiayai pengobatannya,” cerita Arief, Kamis (29/11/2018).

Selain membantu perekonomian keluarganya, Arief juga merasakan bahwa pelayanan kesehatan yang ia dapatkan setelah menjadi peserta JKN-KIS tetap sama baiknya dengan pelayanan kesehatan yang ia dapatkan ketika menjadi pasien umum.

“Selama ini pelayanan di rumah sakit yang saya rasakan sudah cukup baik. Tidak ada bedanya antara pelayanan yang saya dapatkan ketika menjadi pasien umum dengan menjadi pasien dari peserta program JKN-KIS. Semua pelayanan diberikan secara normal, tidak ada pengurangan pelayanan dan tetap mengikuti standar yang ada, jadi tetap baik. Dan semoga akan tetap berjalan dengan baik,” tambah Arief.

Ia berharap untuk ke depannya semakin banyak masyarakat yang menjadi peserta JKN-KIS sehingga dapat membantu masyarakat lainnya melalui sistem gotong royong. Selain itu juga ia berharap bahwa pelaksanaan program yang baik ini harus di dukung oleh semua pihak agar tetap ada dan berjalan secara berkelanjutan. (Tim KI)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *