Kasus Dugaan Penganiayaan Karyawan PT Agro Indomas oleh WNA Disidik Polsek Sembuluh

Foto | Ilustrasi/Net

KUALA PEMBUANG, KI – Dugaan penganiayaan yang terjadi di Perusahaan Besar Swasta Kelapa Sawit [PBS KS] PT Agro Indomas, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng] oleh oknum Regional Control [RO] Warga Negara Asing [WNA] asal Malaysia berinisial GK, terhadap manager workshop Baso Samsuridsal pada Rabu [8/7/2020], pekan lalu terus didalami pihak kepolisian.

Kepala Kepolisian Sektor [Kapolsek] Danau Sembuluh IPDA Romlan SH, Selasa [14/7/2020] mengonfirmasi, jika saat ini kasus dugaan penganiayaan sedang dilakukan penyidikan.

Pihaknya juga sudah menerima hasil visum et repertum terhadap korban pelapor Baso Samsuridsal [41].

“Saat ini masih dalam proses sidik yang ditangani Polsek Danau Sembuluh,” kata Romlan dalam keterangan singkatnya.

Sementara itu secara terpisah, pelapor yang juga korban, Baso Samsuridsal kepada sejumlah wartawan, Selasa [14/7/2020] mengatakan, telah menyampaikan laporan dugaan penganiayaan tersebut ke Polsek Danau Sembuluh, Kecamatan Danau Sembuluh.

“Ada saksi dua orang, laporan ke kepolisian sudah, saya tinggal menunggu proses, nanti pihak pengadilan yang menentukan,” katanya.

Baso mengaku, jika dia dipukul dibagian bahu sebelah kanan oleh GK. Namun pukulan tersebut tidak menggunakan genggaman.

Terkait keterangan dari PT Agro Indomas yang menilai keterangan yang diberikan Baso tidak benar, Dia tidak terlalu menghiraukan persoalan tersebut. Namun kata Baso, dia tidak akan mencabut laporannya

PT Agro Indomas Klarifikasi Soal Penganiayaan

Terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh Baso Samsuridsal, pihak PT Agro Indomas melalui Marselinus H Ranteallo dalam rilis tertulisnya mengemukakan, sesuai pemberitaan sebelumnya, mengenai laporan polisi terkait dugaan dan tuduhan penganiayaan salah satu pimpinan PBS KS PT Agro Indomas di Seruyan kepada seorang oknum karyawan kami [GK], maka izinkanlah kami sampaikan Hak Jawab sebagai klarifikasi, bahwa kejadian yang dilaporkan oleh oknum karyawan atas nama saudara Baso Syamsuridsal tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta yang ada.

“Dapat kami informasikan, bahwa yang bersangkutan hanya menerima tepukan bersahabat biasa dibagian pundak atau lengan, layaknya antara sesama teman laki-laki tanpa adanya pemukulan ataupun bentuk kekerasan apapun yang dikatakan menyebabkan luka memar ataupun lebam pada lengan seperti yang ada pada pemberitaan,” katanya.

Marselinus menilai, permasalahan yang terjadi dilatarbelakangi keinginan secara paksa dari yang bersangkutan untuk mendapatkan paket pensiun dini dari perusahaan, melalui bentuk upaya pemerasan dan menciptakan tuduhan palsu.

“Dalam hal ini perusahaan menghormati proses tindak lanjut yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menemukan fakta yang sesungguhnya dan kami berharap, agar pemberitaan tuduhan palsu ini tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang.” tegasnya.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Bambang
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *