Muara Teweh – Lebih dari 4 tahun Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berjalan. Tak dapat dipungkiri program ini telah membawa banyak manfaat bagi kemajuan kesejahteraan jaminan sosial masyarakat khususnya di bidang kesehatan.

Dalam pelaksanaan program JKN-KIS, salah satu program yang menarik adalah program promotif-preventif bernama Prolanis atau Program Pengelolaan Penyakit Kronis yang bermanfaat bagi peserta yang terdeteksi menderita Diabetes Melitus (DM) maupun hipertensi. Tak hanya bagi penderitanya, Prolanis juga bermanfaat sebagai pencegahan terhadap penyakit-penyakit kronis.

Program ini dikembangkan secara khusus di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) baik Puskemas, Klinik Pratama maupun Dokter Praktek Perorangan.

Kegiatan Prolanis yang diadakan oleh Klinik Kimia Farma Muara Teweh misalnya. FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan ini terus mensosialisasikan dan mengajak peserta JKN-KIS untuk ikut aktif dalam kegiatan yang diadakan rutin hari selasa tiap minggunya.

Kegiatan dikemas dalam bentuk senam Prolanis, pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan IMT (Indeks Massa Tubuh), pemeriksaan gula darah serta kegiatan penyuluhan sehubungan dengan keterkaitan antara penyakit tekanan darah tinggi dan DM.

Antusiasme yang luar biasa ditunjukkan dari para peserta prolanis, salah satunya Ruswati (53). Sebagai Peserta JKN-KIS dari segmen pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia selalu mengambil barisan terdepan dan bersemangat mengikuti gerakan instruktur.

“Dari awal adanya senam prolanis saya selalu ikut dan tidak pernah absen, karena olahraga itu tak harus mahal, ini sudah gratis menyehatkan pula. Dan Alhamdulillah sejak ikut Program Prolanis, hipertensi dan kolestrol tinggi saya dapat terkontrol dengan baik,” terang Ruswati, Kamis (10/1/2019).

Ruswati juga mengatakan, selain olahraga, banyak hal lain yang harus diperhatikan ketika menjadi penderita penyakit kronis seperti dirinya. Ia selalu menjaga pola makan dan tidak lupa rutin minum obat yang diresepkan oleh dokter.

“Percuma kalau minum obat, tapi tidak pernah olahraga. Dan makannya suka sembarangan. Begitu juga sebaliknya, percuma kalau jaga makan, suka olahraga, tapi obatnya tidak diminum. Pasien hipertensi dan kolesterol seperti saya ini harus jaga keseimbangan, antara minum obat dan tetap mengontrol pola hidup sehari-hari,” ujarnya.

Di akhir wawancara, Ruswari berharap agar ke depannya kegiatan Prolanis ini bisa dirasakan banyak manfaatnya oleh para peserta. Dan semakin minggu semakin banyak peserta yang rutin ikut prolanis. Tak lupa, ia menyampaikan harapannya agar program JKN-KIS dan Prolanis akan selalu ada dan hadir ditengah-tengah masyarakat. (Tim KI)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *