Kesbangpol Pantau Proses Persiapan Pilkada Kalteng

KUALA PEMBUANG, KI – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Seruyan terus melakukan pemantauan menjelang persiapan Pilkada gubernur dan wakil gubernur Kalteng untuk priode masa jabatan 2021 -2025.

Menurut Harta Sima selaku Kepala Badan Kesbangpol Seruyan kepada KI pada senin, 23/11/2020 diruang kerjanya menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana para stakeholder melakukan persiapan menjelang pilkada Kalteng yang akan digelar pada tanggal 9 desember 2020 nanti ditengah pandemi covid 19 ini. Karena kondisi pilkada tahun ini agak berbeda dengan pilkada-pilkada sebelumnya, yakni yang perlu ditekankan adalah masalah protokol kesehatan yang perlu di utamakan.

“Untuk kegiatan sehari-hari di Kesbangpol ini kami tetap memantau sejauh mana tahapan yang dilakukan oleh KPU Seruyan. Jadi sampai tanggal 25 nopember 2020 ini KPU sudah mensosialisasikan dan mensimulasikan kegiatan pemilahan kepala daerah gubernur dan wakil gubernur di daerah kecamatan Seruyan Hilir timur dengan mengundang semua pemilih yang ada di TPS itu. Hadir juga disana dari Polda dan Polres, Disdukcapil, untuk melihat TPS-TPS yang notebenenya itu memang harus menggunakan protokol kesehatan” ujarnya.

“Jadi dalam hal ini Kesbangpol dalam kapasitas sebagai pemantau kegiatan pemilu, alhamdulillah sampai saat ini berjalan lancar tahapan demi tahapan. Dan ini tahapan yang sudah hampir mendekati 90 persen, nanti terakhirnya kami akan memantau lagi pendistrian logistik. Sampai saat ini belum ada pendistribusian logistik. Tadi kami sudah meminta data di KPU berapa jumlah TPS dan lokasinya, berapa jumlah DPT yang clear sampai saat ini” ujarnya lagi.

Menjawab pertanyaan KI apakah sudah terpetakan titik rawan antuk dilakukan antisipasi terhadap segala kemungkinan yang mengganggu jalannya pesta demokrasi lima tahunan ini ?

“Kami sudah mendeteksi dan melakukan pemantauan serta memetakan titik-titik rawan. Dari sepuluh kecamatan itu ada beberapa titk rawan pendistribusian logistik, karena dibulan-bulan ini memang musin hujan. Makanya kami tetap berkoordinasi dengan KPU, dengan Kepolisian agar surat suara itu dikawal dan sampai di tempat tujuan dengan selamat sebelum hari H. Kemudian yang kita agak kewalahan adalah sosialisasi pilkada 2020 ini agak sulit karena keterbatasan waktu, kemudian ada pembatasan personil dan ada pembatasan yang diundang dalam sekala besar”, jelas Harta Sima.

“Adapun target yang di inginkan adalah 77,5 persen dan itu sungguh berat, mudah-mudahan bisa tercapai. Makanya kami terus mendorong KPU dan bagaimana caranya masyarakat kita pada saat tanggal 9 desember itu dapat semua menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS-TPS”, lanjutnya.

Mengenai pola atau teknis pemilihan nanti menurut Harta Sima sesuai aturan yang sudah ada berdasarkan petunjuk yang diatur oleh KPU Provinsi dan KPU Pusat. Juga berdasarkan prosedur kesehatan. Jadi di TPS-TPS itu sudah tersedia tempat cuci tangan, jarak yang sudah di atur diruang tunggunya, dan antrinyapun di atur. Cuma sayangnya simulasi itu tidak bisa dilaksanakan di sepuluh kecamatan. Karena satu menggunakan waktu yang cukup panjang, menggunakan biaya yang cukup mahal, ditambah lagi kondisi saat ini.

“Tadi semua telah di undang oleh KPU, yakni PPK, KPPS. Semua PPK dan KPPS kecamatan sudah di undang. Ini lah yang di contohkan KPU pada saat nanti yang akan kita laksanakan. Sekaligus kami menghimbau kepada seluruh masyarakat seruyan agar pada saat tanggal 9 desember itu nanti dapat datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Dengan datangnya para masyarakat yang sudah terdaftar di DPT itu, kita harap partisipasi masyarakat itu meningkat untuk memilih gubernur dan wakil gubernur priode 2021 sampai 2025”, pungkasnya.

 

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor              : Fendi

 

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *