KUALA PEMBUANG, KI – Jamaludin, Ketua Koperasi Gabungan Kelompok Tani Nasional [Gapoktanas] Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah [Kalteng] bersama perwakilan jajaran pengurus dan anggota koperasi kunjungi dinas Perindagkop dan UMKM, Kamis, [23/1/2020].

Kedatangan ketua Gapoktanas beserta jajaran pengurus koperasi pada itu bertujuan untuk melakukan konsultasi kepada Kepala Dinas [Kadis] Perindagkop dan UMKM  selaku pembina yang membawahi seluruh koperasi yang ada di kabupaten Seruyan.

Terkait permasalahan yang ingin disampaikan adalah berkenaan dengan tata cara pendirian koperasi. Sebab koperasi sebelumnya tidak berjalan sebagaimana yang di inginkan para nelayan. Sehingga perlu dilakukan perbaikan. Disamping hal tersebut sekaligus juga meminta petunjuk berkaitan dengan tata cara perijinan jika ada peraturan baru yang berkaitan dengan koperasi. Sehingga sekaligus dapat dilakukan perbaikan dengan melengkapi administrasi yang diperlukan, agar dalam pelaksanaannya tidak sampai melanggar ketentuan yang sudah diatur oleh pemerintah.

Di konfirmasi KI seusai rapat dengan Kadis Perindagkop, Ketua Gapoktan Kabupaten Seruyan Jamaludin di dampingi anggotanya mengatakan.

“Kedatangan kami ke dinas perindagkop menghadap kepala dinas untuk meminta petunjuk dan berkonsultasi tentang tata cara perijinan dan pengelolaan koperasi, sehingga koperasi yang kami jalankan dapat berjalan dengan baik dan dapat memenuhi kebutuhan anggota semuanya,” ujarnya.

Secara terpisah Kadis Perindagkop Laosma Purba menjelaskan kepada KI, sejumlah masyarakat yang tergabung dalam koperasi pengelola Stasiun Pengisian Bahan bakar Nelayan (SPBN) yang berkunjung ke kantor dinasnya meminta pembinaan dan berharap pengelolaan SPBN bisa dikelola dengan pengelolaan koperasi yang baik dan bermanfaat banyak buat nelayan.

Laosma berharap, setelah mendapatkan pemahaman tentang tata cara  berkoperasi, koperasi gapoktanas bisa keluar dari situasi yang membingungkan dalam pengelolaan bahan bakar minyak solar bersubsidi, dan tidak mengalami kendala lagi kedepannya. Apabila ada permasalahan agar dilakukan rapat dengan anggota. Sebab segala keputusan bukan ditangan ketua melainkan keputusan tertinggi ditangan anggota. Diharapkan  Gapoktanas dapat mengerti dan tetap bersemangat setelah mendapatkan menjelasan darinya.

Adapun koperasi yang bergerak dalam bidang usaha penyaluran Bahan Bakar Minyak [BBM] jenis solar kepada seluruh anggota koperasi nelayan, diharapkan dapat menyalurkan bbm kepada anggotanya dengan adil dan merata dan lebih mendahulukan kebutuhan anggota koperasi terlebih dahulu sebelum menjual kepada nelayan luar daerah.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor              : Efendi
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *