Ketua PWI Pusat: Kalteng ‘Jadi’ Ibukota, Wartawan Lokal Wajib Tingkatkan Kemampuan

PALANGKA RAYA – Provinsi Kalimantan Tengah [Kalteng] menjadi satu dari tiga alternatif calon ibukota negara Republik Indonesia [RI]. Wacana ini selayaknya mulai diantisipasi para wartawan lokal dengan cara meningkatkan kemampuan jurnalistik

“Jika Kalteng terpilih sebagai ibukota RI, media-media nasional sangat mungkin berpusat di sini. Bahkan wartawan-wartawan asing juga akan banyak menjalankan tugas di Kalteng,” kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia [PWI] Pusat H Atal Sembiring Depari, di Palangka Raya, Sabtu [20/7/2019].

Berbicara di pembukaan Konferensi VIII PWI Kalteng yang digelar di Hotel Luwansa, Atal mengingatkan, penunjukan suatu daerah menjadi ibukota negara turut membawa dampak dalam persaingan kemampuan insan pers.

Jika tidak diantisipasi, bukan tidak mungkin wartawan lokal yang tak berupaya meningkatkan kemampuan akan tersisih oleh hadirnya para wartawan nasional maupun asing ke daerah tersebut.

Ketua PWI Pusat yang hadir di Palangka Raya didampingi Ketua Bidang Pembinaan Daerah H Akhmad Munir melanjutkan, upaya peningkatan kemampuan wartawan daerah dalam mengantisipasi rencana pemindahan ibukota itu meliputi kemampuan mengolah berita, pengambilan foto, dan pembuatan video.

“Ke depan, wartawan profesional itu harus multitasking,” ujar mantan pimpinan redaksi harian Umum Tabengan tersebut.

KETUA PWI Pusat Atal S Depari menyampaikan arahannya di acara pembukaan Konferensi VIII PWI Kalteng yang digelar di Hotel Luwansa, Sabtu [20/7/2019]. Foto | Saripudin/Kalteng Independen

Di kegiatan yang sama, Gubernur Kalteng diwakili Asisten II Sekda Provinsi Kalteng Drs H Nurul Edy, saat membuka kegiatan secara khusus menyampaikan selamat menggelar konferensi kepada seluruh anggota PWI Kalteng.

Nurul berharap, konferensi ini mampu menghasilkan kesepakatan-kesepakatan penting demi perbaikan organisasi wartawan terbesar di Bumi Tambun Bungai ini. 

“Mudah-mudahan konferensi ini mampu menghasilkan kepengurusan baru periode 2019-2024 yang solid, dinamis, dan mampu menjalin hubungan kemitraan yang baik dengan seluruh pihak, termasuk dengan pemerintah daerah,” ujar Nurul.

Diingatkannya, kiprah kepengurusan PWI Kalteng periode 2014-2019 di bawah kepemimpinan H Sutransyah yang berakhir di kegiatan ini sudah cukup bagus dan prestisius. Hal ini perlu dipertahankan, bahkan ditingkatkan oleh kepengurusan baru yang terbentuk nantinya.

“Pada Porwanas (Pekan Olahraga Wartawan Nasional) di Bandung tahun 2016 lalu kontingen Kalteng berhasil menjadi pengumpul medali terbanyak ketiga se-Indonesia. Mudah-mudahan di Porwanas selanjutnya [di Papua tahun 2020] kontingen Kalteng yang akan dipimpin H Agustiar Sabran bisa mempertahankan prestasi itu,” sebut Nurul.

Konferensi PWI Kalteng ini sendiri diikuti 277 dari total 304 anggota yang memiliki hak suara pada pemilihan ketua kepengurusan baru PWI 5 tahun ke depan. 

Dari proses pendaftaran calon ketua, dua kader yang dinyatakan memenuhi syarat telah mengajukan diri untuk bersaing pada pemilihan secara langsung. Keduanya adalah HM Haris Sadikin dan H Khairil Supriadi.

Selain penentuan kepengurusan PWI Kalteng yang baru, konferensi juga akan membahas laporan pertanggungjawaban [Lpj] kepengurusan terdahulu, penyusunan program kerja PWI Kalteng tahun 2019-2024.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan Musyawarah Provinsi [Musprov] Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia [IKWI] Kalteng di tempat yang sama. Sar/KI-06

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *