Pengguna kartu JKN-KIS Palangka Raya.

Palangka Raya – Septha (40), adalah salah seorang wiraswasta di Kota Palangka Raya yang baru saja berhenti dari perusahaan dan melanjutkan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai peserta mandiri (PBPU) di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya. Dalam kesempatan tersebut, septha menceritakan tentang kemudahan melakukan perubahan fasilitas kesehatan (faskes) melalui aplikasi Mobile JKN.
Seperti diketahui bersama, bahwa aplikasi Mobile JKN menyediakan akses kepada peserta untuk melakukan perubahan data secara mandiri, salah satunya adalah perubahan terkait fasilitas kesehatan, dimana peserta bisa memilih dan melakukan sendiri secara langsung perubahan fasilitas kesehatannya tersebut.
“Sekarang perubahan fasilitas kesehatan bisa saya lakukan sendiri. Septha tidak perlu lagi datang ke kantor BPJS Kesehatan kalau mau melaporkan perubahan fasilitas kesehatan. Cukup buka handphone di rumah, tinggal pilih ffasilitas kesehatan mana yang mau saya jadikan sebagai fasilitas kesehatan terdaftar. Tidak perlu datang ke BPJS Kesehatan pagi-pagi, tidak perlu antri, pokoknya sangat mudah,” ujar Septha, Kamis (15/11/2018).
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan bahwa sistem perubahan fasilitas kesehatan yang dilakukannya melalui aplikasi Mobile JKN sama dengan perubahan fasilitas kesehatan jika melaporkannya ke kantor BPJS Kesehatan. Septha pun mengajak seluruh peserta JKN-KIS untuk tidak takut melakukan perubahan data khususnya perubahan fasilitas kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN.
&ldquo Sistem perubahan fasilitas kesehatan yang ada di aplikasi Mobile JKN itu sama prosesnya dengan perubahan fasilitas kesehatan apabila datang langsung ke Kantor BPJS Kesehatan. Masa berlakunya pun sama. Kalau kita melakukan perubahan fasilitas kesehatannya di bulan ini, maka secara sistem fasilitas kesehatan kita akan berubah ke fasilitas kesehatan yang baru mulai awal bulan depan. Jadi untuk teman-teman semua yang belum pernah melakukan perubahan fasilitas kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN, jangan takut sulit ubah fasilitas kesehatan,” imbuh Septha.
Septha berharap bahwa kedepannya akan ada lagi kemudahan-kemudahan yang bisa di nikmati seluruh peserta JKN-KIS melalui aplikasi Mobile JKN, misalnya seperti perubahan jenis kepesertaan atau pendaftaran ulang bagi peserta yang sudah tidak aktif lagi terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dengan alasan telah dinonaktifkan dari perusahaan maupun Penerima Bantuan Iuran. Dengan begitu pada masa yang akan datang bisa menjadikan aplikasi Mobile JKN sebagai Kantor virtual/elektronik BPJS Kesehatan.(GAB)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *