Kuala Pembuang, KI – Kondisi gagal pertumbuhan pada anak, baik pertumbuhan tubuh maupun otak, yang diakibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama atau yang dikenal dengan istilah Stunting, juga menjadi perhatian penting Dinas Kesehatan [Dinkes] Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng] disamping program kesehatan lainnya.

Mahdiniansyah

Hal tersebut disampaikan oleh Mahdiniansyah, MKM yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan.

Mahdini mengatakan, pihaknya akan melaksanakan kegiatan yang banyak mengarah pada permasalahan nasional yang sedang terjadi yaitu kasus stunting. Dalam penjelasannya kepada KI , Kamis, [20/2/2020] kemarin, angka stunting di Kalimantan Tengah di tahun 2020 terbilang cukup tinggi.

“Meskipun dari seluruh data stunting provinsi Kalteng, Kabupaten Seruyan memiliki angka stunting yang paling rendah yaitu 20,8 persen, namun standar nasional semestinya angka stunting harus di bawah 19 persen. Selain itu, ada kemungkinan data stunting yang ada belum lengkap, sehingga belum ter-entri data secara benar dan secara menyeluruh. Terkait hal tersebut, dinas kesehatan kabupaten seruyan telah menginstruksikan seluruh puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Seruyan, untuk mendata kasus-kasus stunting, agar terlihat jelas presentasi untuk kasus stunting yang lebih akurat, sehingga bisa intervensi apa yang bisa dilakukan untuk kasus stunting di tahun 2020 ini. Kami juga telah menginstruksikan kepada seluruh puskesmas untuk melakukan penyuluhan termasuk penyebar luasan informasi kepada masyarakat terkait stunting, karena tidak semua masyarakat mengetahui apa itu stunting,” katanya.

“Kami telah berupaya pada akhir tahun 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan mengadakan advokasi sekaligus sosialisasi kepada seluruh kepala desa yang ada di wilayah Kabupaten Seruyan. Dari kegiatan kami bersyukur karena melalui Dinas Pemdes, terbentuk Perbup atau peraturan bupati yang mewajibkan semua desa menganggarkan untuk mencegah stunting. Disamping itu  kami juga berkoordinasi dengan lintas sektor, pihak kami juga menyampaikan kepada seluruh kepala desa untuk berkoordinasi dengan dinas kesehatan Kabupaten Seruyan terkait pengadaan bahan konsumsi untuk pencegahan stunting,” jelasnya.

Mahdini menerangkan, banyak faktor yang menjadi penyebab stunting, faktor ekonomi salah satu menjadi faktor utama penyebab adanya kasus stunting. Sementara faktor lainnya, akses infrastuktur, sanitasi, dan kurangnya asupan gizi yang terjadi cukup lama.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor              : Efendi
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *