Libatkan OMS dan Media Massa, Bawaslu Seruyan Gelar Sosialisasi Pemilu

ΚUALA PEMBUANG, KI – Menciptakan pelaksanaan pesta demokrasi yang aman, lancar dan sukses, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilihan Umum [Pemilu], Badan Pengawas Pemilihan Umum [Bawaslu] Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng] menggelar sosialisasi pengembangan wawasan Pemilu di Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan Hilir di aula Hotel Junjung Buih Kuala Pembuang, Rabu [11/3/2020] siang.

Sosialisasi tersebut dihadiri kalangan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dan media massa itu, juga diikuti oleh relawan Desa Anti Politik Uang (APU) Desa Bangun Harja, himpunan mahasiswa, Kwartir cabang [Kwarcab] Pramuka, Saka Bakti Husada, Saka Bhayangkara, Saka Wira Kartika, dan Saka Adhyasta Pemilu.

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng tahun 2020, diperlukan adanya persepsi dan sinergitas dari seluruh elemen organisasi dan media massa untuk bersama mengajak masyarakat, khususnya di Kabupaten Seruyan dalam membangun semangat demokrasi yang berintegritas.

“Mari kita samakan persepsi dan sinergitas kerjasama untuk menciptakan pelaksanaan pesta demokrasi yang aman, lancar dan sukses. Mari kita tingkatkan peran serta masyarakat dalam hal pengawasan pemilu,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Seruyan, Yulius Setiawan.

Pengawasan partisipatif pemilu dengan turut melibatkan masyarakat ditujukan agar penyelenggaraan Pemilu dapat terselenggara secara demokratis.

“Partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu ini sangat diperlukan dalam rangka melakukan pencegahan terjadinya pelanggaran pemilu,” katanya.

Yulius mengemukakan, dalam menjalankan fungsi pengawasan Pemilu, Bawaslu memerlukan dukungan dan partisipasi masyarakat.

“Harapannya, agar penyelenggaraan Pemilu berjalan dengan lancar dan sukses seperti yang diharapkan bersama,” ujarnya.

“Pengawasan partisipatif sangat dibutuhkan sekali dalam setiap penyelenggaraan Pemilu. Bawaslu membutuhkan adanya kolaborasi kerjasama yang kuat. Kolaborasi Bawaslu dengan kelompok organisasi masyarakat sipil atau media massa inilah diharapkan menjadi kunci peningkatan partisipasi bersama masyarakat,” paparnya. Tim KI/KI-02

Bagikan ini :