Mahasiswa Asal Seruyan Tengah Prihatin Kondisi Banjir di Wilayahnya

KONDISI TERKINI Banjir di Desa Ayawan Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng]. Foto | Ist/Kalteng Independen

PALANGKA RAYA, KI – Banjir besar yang melanda Desa Ayawan dan sekitarnya tepatnya di Kecamatan Seruyan Tengah Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng] yang berlangsung sejak sepekan belakangan ini menghambat aktivitas masyarakat, termasuk perekonomian dan kesehatan warga.

Demikian diungkapkan Qomarudin, salah satu Demisioner Ketua Umum Perkumpulan Mahasiswa Seruyan [PERMAS] Palangka Raya, Senin [14/09/2020].

Mahasiswa Universitas Palangka Raya [UPR] dari Fakultas Pertanian yang juga berasal dari desa Desa Ayawan Kecamatan Seruyan Tengah tersebut mengaku prihatin dengan kondisi banjir setelah dia berbicara dengan warga yang terdampak banjir.

“Bahwa banjir yang terjadi di Seruyan Tengah saat ini sangat memprihatinkan dan sangat membutuhkan bantuan serta penanggulangan cepat,” katanya.

“Masyarakat yang awalnya masih bisa tinggal dirumah saat banjir, dengan mendiami bagian atas plafon atau loteng rumahnya, maupun membuat tempat untuk menaruh barang-barang juga sebagai tempat tidur yang dibuat secara dadakan, dengan harapan banjir cepat surut dan tetap bisa bertahan dirumah untuk menjaga barang-barang mereka. Tetapi, sekarang benar-benar harus mengungsi ke atas bukit atau dataran yang lebih tinggi walaupun untuk menuju tempat pengungsian jaraknya lumayan jauh,” katanya.

Qomarudin menambahkan, cepatnya kenaikan air menyebabkan sebagian rumah warga tenggelam hingga ke atapnya. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya.

Qomarudin menjelaskan, masyarakat hanya bisa berusaha dan saling gotong royong atau saling bantu dalam hal evakuasi dan memenuhi kebutuhan seperti makanan, tenda pengungsian atau tempat tinggal sementara dan juga dalam hal kesehatan dengan menggunakan obat-obatan seadanya. Namun, hal itu terjadi sebelum adanya bantuan yang diharapkan masyarakat kepada Pemerintah Daerah [Pemda].

“Banjir yang terjadi kali ini adalah yang terbesar dalam jangka waktu 15 tahun terakhir dan rentang waktu banjirnya pun yang paling lama yaitu, selama satu minggu yang biasanya hanya terjadi kurang dari lima hari,” terangnya.

Qomarudin berharap, kepada seluruh stakeholder agar ikut cepat tanggap dalam menanggulangi bencana banjir tersebut dan segera menangirimkan bantuan tambahan secepatnya kepada seluruh tempat yang terdampak banjir. Mengingat keadaan warga yang sangat memprihatinkan.

Saat ini katanya, warga masih kekurangan tenaga medis, sembako, perahu untuk evakuasi, tenda, pakaian dan hal-hal yang diperlukan lainnya.

“Dengan melihat status di sosial media Bapak Yulhaidir selaku Bupati Seruyan, bahwa beliau sudah mengarahkan kepada dinas-dinas terkait untuk cepat tanggap. Dalam hal ini, beliau [Bupati] pun juga sudah turun langsung dalam pengecekan kuantitas dan kualitas beras yang akan dibagikan kepada korban banjir di Kabupaten Seruyan sebanyak 100 Ton. Untuk bantuan yang akan disalurkan kepada warga yang terdampak banjir tersebut kini sudah sampai dan diterima oleh warga, namun sebagian warga yang terdampak banjir ini masih ada beberapa yang belum menerima bantuan tersebut, dikarenakan bantuan yang di terima masih kurang atau tidak mencukupi. Tetapi mereka [masyarakat] berterima kasih dan bersyukur karena mereka memaklumi kendala yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah, kemungkinan kerena akses jalan yang sulit dilalui dan susah untuk dijangkau akibat kenaikan air atau banjir yang kian bertambah sehingga menjadi kendala tersendiri bagi tim yang bertugas menyalurkan bantuan tersebut,” paparnya.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Bambang
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *