Miris! PTT di Barito Utara Mengeluh Setahun Tidak Terima Gajih

MUARA TEWEH – Sepanjang tahun 2019 ini, Pegawai Tidak Tetap [PTT] di Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah [Kalteng] tidak menerima gajih yang menjadi hak mereka.

“Sampai  pertengahan bulan Desember 2019 ini, belum ada satu sen pun pegawai tidak tetap [PTT] di Barito Utara yang menerima gaji,” demikian dikatakan salah seorang guru PTT yang meminta namanya dirahasiakan.

Ilustrasi/Net

PTT yang berinisial Jon megemukakan, dia bersama beberapa teman lainnya sangat mengharapkan ada kejelasan soal gaji mereka karena sejak adanya pengambilalihan kewenangan SMU ke provinsi beberapa tahun lalu, belum ada titik terang siapa yang menggaji upah mereka.

“Sejak Januari hingga Desember ini belum ada satu sen pun gaji atau honor yang dicairkan dari provinsi kepada kami,  dan ini sudah sejak beberapa tahun terjadi namun sepertinya keluhan kami tidak didengar oleh Dinas Pendidikan [Disdik] Provinsi Kalteng,”kata Jon, Jumat [13/12/2019].

Jon menjelaskan, beberapa bulan lalu pihaknya dimintai nomor rekening oleh oknum Disdik yang katanya gaji akan segera di transfer melalui rekening masing-masing.

“Namun hingga saat ini jangan untuk gaji sekian bulan, untuk satu bulan pun tidak masuk ke rekening kita,” keluhnya.

“Sebagai PTT kita sangat berharap adanya perhatian Pemprov terutama dinas terkait agar masalah ini segera diselesaikan karena dari gaji itulah keluarga kami makan dan belanja untuk kebutuhan lainnya,” katanya lagi.

Senada dengan Jon,  MD,  salah satu PTT lainnya juga berharap agar pemerintah provinsi melalui dinas terkait segera menuntaskan permasalahan yang sudah mereka ambil alih dari Disdik kabupaten.

“Karena sebelum diambil alih provinsi, semua gaji kami tidak bermasalah, setiap bulan lancar dibayarkan, namun begitu diambil alih, sejak itulah nasib kami tidak jelas,” ujarnya menimpali.

MD menambahkan, hendaknya dinas terkait membayangkan, bagaimana tiap bulan pihaknya selalu mengutang di warung untuk menutupi kebutuhan hidup di rumah dengan jaminan janji pembayaran dari gaji yang belum dibayar oleh pemerintah provinsi.

“Sebagai PTT, peran kami juga penting dalam penunjang proses belajar mengajar di sekolah namun kenapa nasib kami tidak diperhatikan? Kami ingin maksimal dalam membantu pemerintah daerah mencerdaskan bangsa oleh karenanya kami berharap adanya perhatian serius dari pemerintah kepada kami,” pungkasnya. Tio/KI-02

Bagikan ini :