Pembunuhan Warga Pembuang Hulu Ternyata Karena Dendam

KAPOLRES SERUYAN AKBP Ramon Zamora Ginting beserta sejumlah perwira Polres Seruyan ketika menggelar Press Release terkait pembunuhan berencana di Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau di Mapolres Seruyan, Rabu (27/3).

SERUYAN – Kasus pembunuhan sadis yang terjadi pada Minggu (18/3) malam, berawal dari ditemukannya mayat korban mr X di pinggiran jalan lintas desa sekitar lokasi tambang pasir di Jalan Sapundu, Desa Pembuang Hulu I Kecamatan Hanau terungkap.

Setelah melakukan identifikasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sehari setelahnya, penyidik Kepolisian Resor (Polres) Seruyan, berhasil mengungkap identitas korban yang diketahui bernama Asan (28) serta meringkus dua pelaku pembunuhnya, Doni dan Khairul warga asal Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar)

Kronologis tertangkapnya dua pembunuh Asan, berawal dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Tim Identifikasi dan Tim Gabungan Jatanras Polda Kalteng, Satreskrim Polres Seruyan dan Polsek Hanau disimpulkan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan karena ditemukan sekitar 25 luka akibat benda tajam.

“Kita mendapat titik terang setelah ada saksi yang melihat dua pelaku membawa sepeda motor milik korban,” kata Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting saat press release di Aula Mapolres Seruyan, Rabu (27/3).

Dari hasil penyidikan terungkap, jika kedua remaja tersebut nekat menghabisi korban karena dipicu rasa cemburu serta keinginan ingin menguasai harta korban berupa kendaraan roda yang dibawa saat terbunuh.

“Jadi salah satu pelaku yakni Khairul merasa sakit hati dan dendam karena korban pernah merayu kekasihnya. Selain itu juga motifnya adalah pencurian dengan kekerasan,” ujarnya.

Setelah korban terbunuh, kedua tersangka kemudian melarikan diri ke Kalbar untuk menghilangkan jejak.

Setelah melakukan pendalaman, penyidik akhirnya berhasil melacak keberadaan kedua pelaku yang melarikan diri usai pembunuhan ke Naga Desa Sokan, Kabupaten Melawi,Kalbar.

Bekerjasama dengan Polsek Sokan Polres Melawi, penyidik Polres Seruyan melakukan pengejaran terhadap tersangka yang identitasnya sudah dikantongi Kepolisian.  Akhirnya beberapa hari kemudian kedua tersangka berhasil ditangkap di kediaman orang tua salah satu pelaku Doni di Desa Naga Sokan bersama barang bukti sepeda motor Yamaha Jupiter Hitam.

Kepada penyidik, pelaku Doni mengaku telah lama mengenal korban karena sama-sama bekerja sebagai buruh tambang pasir.

“Kedua pelaku juga mengakui pada malam itu memang berencana membunuh korban karena sebelumnya telah menyiapkan senjata parang dan menghubungi korban untuk bertemu di lokasi kejadian,” terangnya.

Dijelaskan Kapolres, saat bertemu korban, pelaku yang pertama kali membacok parang sebanyak empat kali adalah Khairul. Korban sempat berusaha melawan dan melarikan diri. Namun dikejar kedua pelaku hingga akhirnya tewas di tangan Doni dengan 21 kali bacokan.

Atas perbuatannya, kedua pel;aku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.  (KI-02)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *