Pengedar Shabu di Desa Terawan Diciduk Satresnarkoba Polres Seruyan

TERSANGKA PENGEDAR Shabu, Sandi [36], warga Desa Terawan Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan Kalteng diamankan Satresnarkoba Polres Seruyan, Minggu [18/10/2020]. Foto | Ist

KUALA PEMBUANG, KI – Sandi Irawan alias Sandi [36], warga Terawan Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng], kini akan menjalani hari-harinya dari balik jeruji besi. Pasalnya, dia tertangkap tangan Satuan Reserse Narkoba [Satresnarkoba] Polres Seruyan memiliki 22 paket shabu siap edar di kediamannya Desa Terawan Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng], Minggu [18/10/2020] kemarin.

Kapolres Seruyan AKBP Agung Tri Widiantoro SIK, melalui Kasat Narkoba Polres Seruyan Iptu Supriyono, Senin [19/10/2020] mengungkapkan, Sandi [36], diamankan personel Satresnarkoba Polres Seruyan karena terbukti memiliki narkotika jenis sabu dan juga sebagai pengedar ditempat tinggalnya yang di Jalan Padat Karya RT 002 RW 001, Desa Terawan Kecamatan Seruyan Raya.

Supriyono menambahkan, selain bukti berupa 22 paket perbungkus plastik klip bening berisikan butiran kristal yang di duga narkotika golongan I jenis shabu dengan berat kotor 4,02 gram. Pihaknya juga menemukan sejumlah alat konsumsi shabu diantaranya, sebuah pipet kaca, tiga plastik klip bening kosong, sebuah dompet warna pink coklat yang bertuliskan Hello Kitty, sebuah kotak warna abu-abu yang bertuliskan CUTE, 2 buah sendok yang terbuat dari potongan sedotan warna bening.

Dijelaskan Supriyono, pengungkapan perkara tindak pidana narkotika tersebut bermula dari Informasi masyarakat Terawan yang memberitahukan tentang pelaku yang sering bertransaksi narkotika golongan I jenis shabu. Dari informasi itu kemudian ditindaklanjuti anggota Satresnarkoba Polres Seruyan.

“Kami masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Sandi, untuk melakukan pengembangan pada jaringan peredarannya, untuk memberantas peredaran narkoba yang ada di wilayah hukum Polres Seruyan,” terangnya.

Atas perbuatannya, Sandi disangkakan Pasal 114 Ayat [1] atau pasal 112 ayat [1] Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang  Narkotika.dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Bambang
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *