Petani Ladang Kesulitan Mengolah Lahan Pertanian

Kepala DKPP Seruyan Sugian Noor

SERUYAN – Petani ladang di sejumlah kecamatan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah kesulitan mengolah lahan pertanian karena adanya aturan larangan membakar lahan dari pemerintah untuk keperluan apa pun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Seruyan, Sugian Noor di Kuala Pembuang, Jumat mengatakan, sulitnya mengolah lahan pertanian itu dialami petani ladang di Kecamatan Seruyan Tengah, Seruyan Hulu dan Suling Tambun.

Di sejumlah kecamatan itu, para petani punya lahan di daerah perbukitan yang memiliki tipikal berbeda dengan lahan daerah rawa, di perbukitan lahannya terdiri dari tanaman kayu keras atau tunggul kayu sehingga tidak mudah untuk dibersihkan, dan biaya yang diperlukan untuk membuka lahan sangat mahal.

“Sulitnya mengolah lahan ini berdampak pada penurunan produktivitas pertanian di Seruyan,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah punya kepentingan untuk mendorong produktivitas pertanian serta membantu petani di daerahnya supaya bisa membangun hidup dengan bertani, berladang atau bercocok tanam.

“Karena itu, kita mengusulkan pinjam pakai excavator kepada Pemprov Kalteng, yang nantinya akan digunakan untuk membantu petani membuka, mengolah dan membersihkan lahan pertanian,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini DKPP hanya memiliki satu unit excavator mini yang berasal dari bantuan Kementerian Pertanian, dan jumlah itu tentunya sangat kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan mengolah lahan pertanian yang cukup banyak.

“Kita berharap excavator milik Pemprov Kalteng bisa kita pinjam pakai, minimal satu untuk membersihkan tunggul kayu pada lahan pertanian,” katanya. (KI-03)

 

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *