Pulihkan Ekosistem Pesisir Pantai Seruyan, Pemkab-BPDAS Kahayan Tanam Mangrove

KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai-Hutan Lindung [BPDAS-HL] Kahayan melakukan penanaman perdana Rehabilitasi Hutan dan Lahan [RHL] mangrove di Sungai Tatah, Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng].

Penanaman mangrove diwilayah itu merupakan upaya pemulihan kerusakan hutan mangrove di kawasan pesisir pantai. Adapun luasan penamanan mencapai 15 hektar [ha].

Penjabat Sekretaris Daerah Seruyan Djainuddin Noor disela penanaman mangrove, Kamis [12/12/2019] mengemukakan, ekosistem mangrove di kawasan pesisir Kuala Pembuang, telah mengalami kerusakan yang cukup luas.

Kerusakan tersebut diakibatkan terjadinya pembukaan lahan yang tidak terkontrol di masa lalu.

“Makanya penanaman itu sangat penting dilakukan, mangrove memiliki fungsi untuk menjamin keberlangsungan kehidupan makhluk hidup yang ada di kawasan pesisir, termasuk kehidupan manusia. Ekosistem memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan DASHL Kahayan Supriyanto Sukmo mengatakan, penanaman mangrove dan bersih pantai yang dilakukan, mungkin tidak memiliki dampak yang begitu besar.

Tetapi katanya, apabila kegiatan itu dilakukan secara continue, maka tidak mustahil dalam 10 atau 20 tahun kedepan hijaunya mangrove di wilayah setempat akan dapat dilihat dan dinikmati bersama keindahannya.

“Bibit-bibit pohon yang kita tanam dan pelihara dengan baik, akan tumbuh menjadi pohon yang dapat menyuplai oksigen bagi keberlangsungan seluruh makhluk hidup,” jelasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Seruyan, Priyo Widagdo menjelaskan, dengan adanya penanaman kembali mangrove pada kawasan pesisir Kuala Pembuang ini. Dia berharap, kerusakan lingkungan diwilayah itu secara perlahan bisa dipulihkan.

“Pemulihan kerusakan hutan mangrove di pesisir Kuala Pembuang¬†ini memerlukan waktu yang lama. Upaya penanaman kembali merupakan satu cara untuk pemulihan ekosistem disini,” terangnya. Tim KI/KI-02

Bagikan ini :