Razia di Lapas Muara Teweh, Sejumlah Barang Terlarang Ditemukan Petugas

MUARA TEWEH – Sabtu dini hari [14/12/2019] para warga binaan lembaga pemasyarakatan [Lapas] Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah dibuat tersentak, pasalnya puluhan petugas Lapas tiba tiba melakukan Razia mendadak di sel sel mereka.

Dan dari hasil tersebut ditemukan sejumlah barang terlarang yang seharusnya tidak boleh berada dalam kamar hunian warga binaan seperti, kartu remi atau domino, sendok stainless, gunting kecil, pisau cutter, ikat pinggang serta beberapa botol kaca kecil bekas.

Terkait hal itu, Kalapas Muara Teweh Suwito menjelaskan, kegiatan Sabtu dini hari tersebut dalam rangka menindaklanjuti Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum & HAM RI Nomor : PAS-PK.02.10.011442 tgl 12 Desember 2019 hal Pencegahan & Penindakan Terhadap Peredaran Gelap Narkoba di UPT Pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IB Muara Teweh telah melaksanakan kegiatan penggledahan/razia ke seluruh kamar hunian.

“Sasaran razia tersebut adalah barang terlarang seperti narkoba, alat komunikasi atau handphone, senjata tajam dan barang-barang terlarang lainnya,” kata Suwito, Sabtu [14/12/2019].

Sebanyak 20 petugas Lapas di terjunkan melakukan kegiatan razia ke seluruh  kamar dan diperiksa satu persatu secara bergiliran, pemeriksaan badan maupun pemeriksaan kondisi kamar serta seluruh barang barang yang ada dalam kamar.

Dalam razia tersebut tidak diketemukan narkoba atau obat terlarang lainya maupun alat komunikasi.

“Kegiatan ini adalah sebagai wujud komitmen Lapas Muara Teweh dan seluruh jajaran untuk selalu perang terhadap narkoba, terutama penyalahgunaan juga indikasi pengendalian narkoba dari dalam lapas,” ungkapnya.

KALAPAS Muara Teweh Suwito memberikan arahan kepada petugas Lapas kelas IB Muara Teweh Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah saat melakukan inspeksi mendadak [Sida] terhadap napi, Sabtu dini hari [14/12/2019]. Foto | Nasution/Kalteng Independen

Dikatakan Suwito, mengantisipasi penggunaan hape di blok hunian, Lapas Muara Teweh telah menyediakan sarana berupa I-Wartelsus sebagai sarana komunikasi WBP dengan pihak keluarganya di luar. Pelayanan wartel ini dibuka setiap hari, pagi pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB dan siang hari pukul 13.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB.

“Jadi tidak ada alasan lagi bagi WBP untuk menyimpan atau menggunakan alat komunikasi di dalam blok hunian karena sudah tersedia wartel yang siap melayani mereka,” katanya lagi.

Suwito menjelaskan, bagi mereka yg kedapatan melanggar atau tertangkap basah memakai narkoba maupun menggunakan handphone akan ditindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku dan dapat dilanjutkan kepada pihak yang berwajib untuk proses hukum lebih lanjut.

“Ketentuan ini juga berlaku bagi petugas lapas yang coba coba bermain dengan narkoba, akan ditindak tegas jika ada yang tertangkap, terbukti akan diberikan sanksi keras sampai ke tingkat pemecatan secara tidak hormat, dari ASN atau pegawai akan ditindak secara pidana,” terangnya.

“Inilah wujud komitmen kami dalam rangka mewujudkan Lapas Muara Teweh terbebas dari penyalahgunaan peredaran gelap narkoba,” tandasnya. Tio/KI-02

Bagikan ini :