Rencananya, Polteknik Seruyan Mulai Terima Mahasiswa Baru Tahun Ini

KUALA PEMBUANG – Yayasan Gawi Hatantiring, Politeknik Seruyan, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah [Kalteng] merancanakan akan me buka penerimaan mahasiswa baru.

Ketua Politeknik Seruyan Hermansyah kemarin mengatakan, pihaknya akan membuka penerimaan mahasiswa baru setelah ijin oprasional dari kementrian pendidikan tinggi keluar. Jika sesuai rencana penerimaan tersebut akan berlangsung di bulan Agustus 2019 ini.

“Semua syarat sudah kita lengkapi sekarang kita tinggal menunggu surat ijin oprasiaonal dari kementrian pendidikan tinggi,”ungkapnya.

Hermansyah yang juga eks dosen Universitas Darwan Ali [Unda] Seruyan ini menambahkan, rencananya pihaknya akan buka jurusan D1V [Sarjana strata 1/Sarjana terapan] pengelolaan agribisnis perkebunan, Diploma III [DIII] budidaya perikanan, dan S1 teknik rekayasa jalan dan jembatan.

Dijelaskannya, saat ini gedung Yayasan Politeknik Seruyan di Jalan A Yani Kuala Pembuang, masih dalam proses pembangunan. Untuk sementara pihak yayasan meminjam gedung Yayasan Pesantren Asseruyaniyah di Desa Persil Raya Kecamatan Seruyan Hilir.

https://www.kopertis4.or.id/download/permenristekdikti-nomor-100-tahun-2016-pengganti-permenristekdikti-nomor-50/

Seperti diketahui, dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia [Permenrisetdikti] Nomor 50 Tahun 2015 yang diperbaharui dengan Permenrisetdikti Nomor 100 Tahun 2016, Tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta dalam Pasal 3 ayat Ayat [1] menyatakan, Pendirian perguruan tinggi merupakan pembentukan Perguruan Tinggi Negeri/Perguruan Tinggi Swasta [PTN/PTS]. Ayat [2] PTN/PTS sebagaimana dimaksud pada ayat [1] dapat berbentuk, Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik,  Akademi atau  akademi komunitas.

Dalam ayat [6] disebutkan, Politeknik menyelenggarakan jenis pendidikan vokasi dan dapat menyelenggarakan pendidikan profesi dalam berbagai rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi, melalui, program diploma satu, program diploma dua, program diploma tiga, program diploma empat atau program sarjana terapan. Kemudian, program magister terapan, program doktor terapan dan atau program profesi, yang terdiri atas paling sedikit 3 Program Studi pada program diploma tiga [DIII] dan atau program diploma empat atau sarjana terapan.

Prosedur pendirian PTN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a, prosedurnya, Direktur Jenderal melakukan evaluasi kelayakan dan menyusun dokumen. Kemudian Direktur Jenderal menyampaikan dokumen usul Pendirian PTN untuk mendapat persetujuan Menteri. Lalu Menteri menyampaikan dokumen usulan Pendirian PTN kepada menteri yang bertanggungjawab di bidang pendayagunaan aparatur negara untuk memperoleh persetujuan. Setelah melalui persetujuan, Menteri kemudian menetapkan pendirian, organisasi, dan tata kerja PTN yang berbentuk sekolah tinggi, politeknik, dan akademi berdasarkan persetujuan menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.

Kemudian, Pasal 8 huruf e, f, menyebutkan, Pendirian PTN harus memenuhi syarat minimum akreditasi Program Studi dan perguruan tinggi, sesuai standar nasional pendidikan tinggi. Pada poin e] dijelaskan, lahan untuk kampus PTN yang akan didirikan berada dalam satu lokasi memiliki luas yang paling sedikit, 30 hektar untuk Universitas atau Institut.10 hektar untuk Sekolah Tinggi, Politeknik, atau Akademi, dengan status Hak Pakai atas nama Pemerintah dibuktikan dengan Sertifikat Hak Pakai, dan telah memiliki sarana dan prasarana terdiri atas, ruang dosen,ruang administrasi dan kantor, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, komputer, dan sarana praktikum dan/atau penelitian sesuai kebutuhan Tim KI/KI-02

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *