Ribuan Masyarakat Hadiri Temu Wicara Dengan Bupati Seruyan

TAMPAK ribuan warga memadati kawasan pertanian Beriut, di lingkar kota Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan Hilir, Selasa [1/9/2020]. Temu Wicara dengan Bupati Seruyan Yulhaidir dan jajarannya tersebut dalam rangka menyerap aspirasi petani di Kuala Pembuang dan sekitarnya. Foto | Kalteng Independen

KUALA PEMBUANG, KI – Ribuan masyarakat dan petani datang dari berbagai penjuru Kuala Pembuang dan sekitarnya. Kedatangan ribuan warga tersebut guna menghadiri temu wicara dengan Bupati Seruyan Kalimantan Tengah Yulhaidir yang digelar di kawasan pertanian Beriut, lingkar kota Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan Hilir, Selasa [1/9/2020].

Temu wicara dalam rangka menyerap aspirasi masyrakat dan petani sekaligus syukuran atas pelantikan Kadis Pertanian definitif Albidinnoor tersebut berlangsung meriah.

Selain dihadiri Bupati Yulhaidir, juga ada Wabup Hj Iswanti, Ketua TP PKK Seruyan Fauziah Yulhaidir, Mewakili Kapolres Seruyan AKP Wawan Aryana Kasat Binmas Polres, Perwira Penghubung Kodim 1015 Sampit, Mayor Bambang Waluyo, Komandan Pos TNI AL Kuala Pembuang Letda Laut Sigit Prajadi, kepala SOPD, perbankan, asuransi, tokoh masyarakat serta ribuan petani.

BUPATI SERUYAN Yulhaidir didampingi Ketua TP PKK Seruyan Fauziah Yulhaidir, Wabup Hj Iswanti, Pabung Kodim 1015 Sampit Mayor Bambang Waluyo, dan Kadis Pertanian Albidinnoor. Foto | Kalteng Independen

Saat menyampaikan arahannya, Bupati Seruyan Yulhaidir mengatakan, tahun 2020 ini Pemkab Seruyan telah membuka lahan pertanian baru dan membuka kembali lahan pertanian yang sudah lama tidak terurus.

Itu dilakukan dalam rangka mendukung kabupaten Seruyan khususnya Kuala Pembuang dan sekitarnya yang diproyeksikan sebagai lumbung padi di Seruyan dan Kalteng pada saatnya nanti.

Selain itu, mendukung pencanangan Seruyan sebagai lumbung padi, saat ini Pemkab Seruyan sedang mengusulkan dibangunnya food estate atau lumbung pangan di areal pertanian tersebut.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Bulog [Badan urusan logistik] terkait food estate ini, jadi bukan hanya diwilayah timur Kalteng seperti Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas saja yang ada food estatenya, di Seruyan pun bisa,” kata Yulhaidir.

“Terkait dengan itu [food estate] juga dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, akan membangun pabrik padi di kawasan pertanian ini,” katanya lagi.

Informasi awal, kata orang nomor satu di kabupaten berjuluk ‘Gawi Hatantiring’ itu, jika terealisasi dana food estate tersebut bisa mencapai angka Rp400-Rp500 miliar.

“Jika teralisasi angka-angka itu, maka berbagai fasilitas seperti pabrik padi maupun sarana pendukung lainnya bisa lebih maksimal,” terangnya.

Bupati menambahkan, dalam waktu dekat untuk mendukung perluasan lahan pertanian dan peningkatan produksi, pihaknya akan menambah Alsintan [Alat dan mesin pertanaian] sebanyak 100 unit dan alat panen padi sebanyak 5 unit.

“Alhamdulillah, tahun ini pertanian kita cukup berhasil,” katanya.

Selain itu, Bupati juga merencanakan akan membangun produk beras asli Seruyan sehingga dapat bersaing dengan produk dari luar daerah. Begitu juga dengan sarana pendukung seperti pembangunan jalan semenisasi di wilayah pertanian akan terus dilakukan.

“Kita berencana akan mengadakan bibit kambing unggul sehingga dapat diambil susunya dengan catatan peternak diseleksi sehingga bantuan benar-benar bisa di rawat dan tidak di jual atau dipotong,” ungkapnya.

Terkait persoalan kesulitan penjualan hasil pertanian padi, Pemkab Seruyan akan membuat Perusahaan Daerah [Perusda] yang berfokus pada padi dan beras serta siap menggelontorkan dana besar-besaran, sehingga permasalahan dan hasil petani dapat di akomodir secepatnya.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Bambang
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *