Pengguna kartu JKN-KIS Palangka Raya.

Palangka Raya – Inka Kristin (24) adalah seorang ibu rumah tangga yang belum lama ini baru menikah. Ia terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen kepesertaan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri di kelas III (tiga). Setiap bulannya ia selalu menyisihkan sebagian biaya rumah tangganya untuk membayar iuran kepesertaan program JKN-KIS.

Kala ditemui, nampak malu-malu ia mengungkapkan alasannya mendaftar sebagai peserta JKN-KIS kepada reporter Jamkesnews. Sebelumnya ia tidak terpikirkan untuk mendaftarkan diri, tetapi beberapa bulan yang lalu, ia mendapatkan informasi di salah satu media terkait berbagai macam benefit program JKN-KIS. Lantas ia memutuskan untuk mendaftar diri dan keluarga menjadi peserta dari program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini. Alasan terbesarnya ketika ingin mendaftar sebagai peserta JKN-KIS adalah karena ia ingin membantu kepada sesama yang sedang membutuhkan.

“Pada awalnya saya tidak pernah terpikir untuk ikut program JKN-KIS, karena saya sendiri juga belum tau apa itu program JKN-KIS. Tetapi setelah saya mengetahui informasi tentang program JKN-KIS melalui slogannya yaitu ‘dengan gotong royong semua tertolong’, saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang program JKN-KIS. Dan akhirnya saya ikut bergabung sebagai peserta JKN-KIS kurang lebih 8 (delpan) bulan yang lalu,” ungkap Inka.

Landasan dari program JKN-KIS itulah yang telah membuatnya tertarik untuk mendaftarkan diri menjadi peserta program JKN-KIS. Karena dengan ikut menjadi peserta JKN-KIS, ia telah membantu kepada sesama yang membutuhkan melalui iuran yang telah rutin dibayarkan setiap bulan.

“Puji syukur selama saya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, saya belum pernah menggunakan fasilitas tersebut untuk berobat. Karena niat saya memang ingin membantu kepada sesama yang lebih membutuhkan. Dengan padanya program JKN-KIS ini, saya bisa berbuat untuk membantu peserta JKN-KIS lain yang sedang butuh biaya untuk pengobatan. Terima kasih program JKN-KIS telah memberi saya kesempatan untuk saling membantu kepada sesama,” imbunya.

Dengan begitu, ia berharap akan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan program JKN-KIS sebagai tempat untuk bisa saling bantu membantu antar sesama masyarakat Indonesia. Bukan hanya digunakan untuk mendapatkan bantuan pelayanan kesehatan, tetapi juga bisa digunakan sebagai tempat untuk mendapatkan pahala. (Tim KI)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *