Sejak Dibuka, Pengadilan Agama SERUYAN Tangani Lebih dari 150 Perkara

KUALA PEMBUANG, KI – Sejak tanggal 26 oktober tahun 2018 kantor Pengadilan Agama Seruyan diresmikan, sudah cukup banyak kegiatan yang telah dilaksanakan, seperti penyelesaian perkara aduan yang dilakukan oleh masyarakat. Dan sejak dibukanya daftar pengaduan pada 23 november 2018, Pengadilan Agama Seruyan sudah menerima ratusan aduan perkara.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang hakim yang ada pada kantor pengadilan agama itu. Saat KI meminta informasi pada Selasa [18/2/2020], tentang aktifitas pengadilan sejak keberadaannya di Kabupaten Seruyan.

Menurut Abdul Hamid, bahwa setelah diresmikan secara simbolis oleh Ketua MA pada tanggal 26 oktober 2018, bersama peresmian 7 kantor pengadilan agama lainnya, berselang waktu lebih kurang sebulan, kantor pengadilan agama seruyan Kabupaten Seruyan pada tanggal 23 november 2018, mulai menerima pengaduan dan membuka pendaftaran pengaduan perkara-perkara yang menjadi kewenangan pengadilan agama tingkat kabupaten.

 

Dijelaskan pula oleh Abdul Hamid, untuk pelaksanaan gelar perkara dimulai setelah 2 minggu pihaknya menerima berkas pengaduan, dan pada bulan desemer 2018 kantor pengadilan agama seruyan sudah melaksanakn sidang gelar perkara.

Menjawab pertanyaan KI, berapa aduan perkara yang sudah masuk semenjak dibuka, berapa yang sudah di vonis, berapa yang masih dalam proses dan lainnya?

“Mengenai jumlah pengaduan perkara pertahunnya, bahwa di tahun 2018 ada 8 perkara, namun yang bisa diputuskan hanya 4 perkara, dikarenakan pendaftaran pengaduan baru dibuka november dan sidang dilaksanakan desember. Sementara pengaduan perkara di tahun 2019 berjumlah 146 perkara, ditambah sisa perkara di tahun 2018, yaitu 4 perkara. Sehingga jumlah seluruh pengaduan perkara di tahun 2019 berjumlah 150 perkara. Untuk tahun 2020 pengadilan agama seruyan sampai minggu pertama bulan pebruari pihak kami telah menerima 18 pengaduan perkara,” ujarnya.

“Terkait hasil sidang yang selama ini dilaksanakan oleh pengadilan agama seruyan,  bahwa setiap sidang dan yang telah diputuskan belum ada sidang lanjutan atau banding artinya sudah incraht atau yang sudah berkekuatan hukum tetap. Kebanyakan perceraian yang terjadi dikarena faktor konflik berkepanjangan, yang dilatarbelakangi masalah ekonomi dan karena adanya orang ke tiga. Kepada seluruh calon pengantin agar mempersiapkan mental, dan diperkuat sisi agamanya atau imannya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dalam keutuhan pernikahan,” katanya berpesan.

Diakui Abdul Hamid, sementara pihaknya merasa agak kesulitan untuk mendapatkan media yang bisa bekerjasama untuk mensosialisasikan kewenangan pengadilan agama seruyan tentang aturan perkawinan. Abdul Hamid, menghimbau kepada masyarakat kabupaten seruyan, khususnya masyarakat kuala pembuang, apabila ada persoalan dibidang perkara pengadilan agama, maka jangan segan-segan untuk berkonsultasi dengan pihak pengadilan agama seruyan.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor              : Efendi
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *