Semangati Siswa, Gubernur Buka MPLS SMA Sederajat se Kalteng

GUBERNUR KALTENG Sugianto Sabran mengalungkan tanda peserta kepada siswa baru Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah [MPLS] untuk Jenjang SMA/SMK/SLB se-Kalteng, Tahun Ajaran 2020/2021, usai membuka secara resmi kegiatan tersebut. Pembukaan MPLS secara resmi dilakukan Gubernur Sugianto Sabran melalui virtual conference di Aula Jayang Tingang [AJT], Kantor Pemprov Kalteng, Palangka Raya, Senin [13/7/2020]. Foto | Ist/Kalteng Independen

PALANGKA RAYA, KI – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran membuka secara resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah [MPLS] untuk Jenjang SMA/SMK/SLB se-Kalteng, Tahun Ajaran 2020/2021 melalui virtual conference di Aula Jayang Tingang [AJT], Kantor Pemprov Kalteng, Senin [13/7/2020].

MPLS tahun 2020 ini, diikuti sebanyak 241 SMA dengan peserta didik sebanyak 18.427, 131 sekolah SMK dengan peserta didik sebanyak 10.232 dan 59 SLB dengan peserta didik sebanyak 158.

MPLS akan berlangsung selama 13-15 Juli 2020 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19.

Didampingi pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Mofit Saptono, Gubernur memberikan semangat kepada perwakilan murid sekolah dan guru serta kepala sekolah yang hadir dalam proses belajar mengajar.

GUBERNUR KALTENG Sugianto Sabran didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Mofit Saptono memberikan semangat kepada perwakilan murid sekolah dan guru serta kepala sekolah saat membuka secara resmi kegiatan MPLS se Kalteng, di Aula Jayang Tingang [AJT], Kantor Pemprov Kalteng, Palangka Raya, Senin [13/7/2020]. Foto | Ist/Kalteng Independen
Gubernur Sugianto mengarahkan, agar pihak sekolah memberikan peningkatan tentang etika, ahklak dan budi pekerti selain ilmu pelajaran lainya.

Sugianto-sapaannya-berharap, MPLS berlangsung sesuai tujuan pendidikan nasional di antaranya berakhlak, bertanggung jawab, kreatif, mandiri dan menjadi bangsa yang lebih cinta Tanah Air termasuk juga pendidikan karakter, menciptakan generasi berakhlak mulia, pintar, cerdas, dan berani.

“Jangan sampai generasi Kalteng ke depan mempunyai sifat dan sikap yang minder. Harus menjadi yang berani, jujur dan berakhlak. Kalau pintar tapi tidak berakhlak, itu percuma. Jadi harus punya karakter dan berahklak mulia, baik kepada guru, orang tua dan masyarakat,” katanya.

Disampaikan Gubernur, MPLS merupakan  salah satu cara agar peserta didik lebih mengenal lingkungan sekolah, dan juga bisa disiapkan untuk menjadi seorang yang punya karakter yang baik serta siap menghadapi realita kehidupan di masyarakat maupun berkontribusi kepada kemajuan pembangunan yang lebih baik lagi.

“Yang lebih penting, mereka harus mengenal lingkungan mereka. Baik sekolah maupun di masyarakat. Agar mereka siap menghadapi kenyataan hidup sesungguhnya,” ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, para guru dan orang tua katanya, juga harus lebih meningkatkan kedisplinan terhadap anak anaknya, menggunakan protokol kesehatan, seperti rajin mencuci tangan, pakai masker dan makan makanan bergizi.

Gubernur juga berpesan, agar kepala sekolah dan para guru tak pernah jenuh memberikan pesan-pesan moral  dan mendidik agar peserta didik se-Kalteng lebih baik.

Dia menilai belajar kreatif juga mesti lebih diajarkan di sekolah, dan peserta didik mesti dibiasakan maupun diajari untuk bisa jeli melihat peluang sejak mereka duduk di kelas X sampai lulus. Pengalaman tersebut tentu akan sangat berguna untuk ke depannya.

“Sebagian perjalanan hidup saya, baik dari bangku sekolah maupun di masyarakat, itu menjadi modal saya untuk terus maju. Berjualan membantu orang tua, serta modal utama restu dan doa orangtua,” cerita Gubernur Sugianto Sabran, saat di sekolah SMK, bercerita kepada para pelajar yang hadir.

Suami ketua PKK Ivo Sugianto Sabran, juga membolehkan zona hijau untuk menggelar proses belajar mengajar di sekolah, namun tetap memerhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Bagi daerah yang Zona hijau silakan bersekolah (Menggelar belajar mengajar). Tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19, dan diatur dengan baik agar terhindar dari potensi sebaran virus corona“ terangnya.

“Yang lebih penting lagi, adik adik jauhi narkoba, miras, dan pergaulan bebas yang negatif. Jangan sampai masa depan yang cerah, harus rusak karena narkoba dan hal negatif lainya,” tutup Sugianto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Mofit Saptono menjelaskan, kegiatan MPLS secara virtual tersebut juga diikuti para kepala sekolah dan peserta didik di Palangka Raya maupun juga melalui teleconference se Kalteng.

 

  • Koresponden : Tim KI
  • Editor : Bambang
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *