Pemegang kartu JKN-Kis Palangka Raya.
Palangka Raya – Oktriana (25) adalah seorang ibu rumah tangga di Desa Tewang Karangan Kabupaten Katingan yang baru saja mendapatkan anggota keluarga baru, yaitu kelahiran anak pertamanya. Sehari-hari ia hanya sibuk mengurus keluarga, apalagi setelah mendapatkan tambahan anggota keluarga yang baru saja lahir. Suaminya sendiri adalah seorang pekerja di suatu perusahaan swasta di Kota Palangka Raya.
Oktriana sendiri baru mendapatkan pengalaman terhadap pelayanan kesehatan sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ketika ia melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin perempuan tersebut. Anaknya lahir dengan kondisi normal di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kota Palangka Raya.
“Saya merasa senang dengan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit terhadap saya meskipun saat itu status saya sebagai peserta JKN-KIS, bukan pasien umum. Ternyata untuk pelayanannya di rumah sakit tidak dibeda-bedakan. Kemaren saya ke rumah sakit melalui Unit Gawat Darurat (UGD) karena saya langsung merasakan sakit pada kandungan saya. Setelah sampai di UGD, saya langsung diperiksa dan diberikan pelayanan untuk proses persalinan. Ternyata menurut petugas rumah sakit ketuban saya sudah pecah sehingga harus segera diberikan pertolongan persalinan,” ungkap Oktriana, Kamis (29/11/2018).
Selain terkesan dengan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit pada saat persalinan, Oktriana juga mengungkapkan kebahagiaannya dengan penjaminan yang diberikan oleh program JKN-KIS dalam pembiayaan persalinan terhadap dirinya selama mendapatkan pelayanan di rumah sakit.
“Semua pelayanan yang saya dapatkan di rumah sakit di tanggung sama program JKN-KIS. Memang ada biaya yang saya keluarkan sendiri karena saya memilih untuk naik kelas perawatan dari hak yang saya miliki dalam kepesertaan program JKN-KIS. Tetapi biaya itu tidak seberapa banyak dibandingkan jika semua biaya pelayanan persalinan saya tanggung sendiri tanpa ada jaminan dari program JKN-KIS.” imbuh Oktriana.
Setelah mendapatkan pengalaman terhadap pelayanan kesehatan dari program JKN-KIS, ia berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, program JKN-KIS ini merupakan program yang luar biasa yang memperhatikan seluruh masyarakat Indonesia tanpa melihat kondisi atau status dari masing-masing orang. Dari yang kaya sampai yang miskin, dari yang di kota sampai yang di desa, dari yang muda sampai yang tua, semuanya harus mempunyai jaminan kesehatan dalam program JKN-KIS. (Tim KI)
Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *