Pengguna kartu JKN-KIS Palangka Raya.

Palangka Raya – Malawi (45) adalah warga Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya. Beliau terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang lebih dikenal dengan sebutan peserta mandiri. Ia beserta keluarganya mendaftar sebagai peserta JKN-KIS dengan pilihan hak kelas 3 (tiga) dengan iuran sebesar Rp. 25.500,- per bulan/jiwa. Demi memenuhi kewajibannya sebagai peserta program JKN-KIS dari segmen peserta PBPU setiap bulannya, ia sibuk berdagang setip harinya di kota Palangka Raya.

Sebagai peserta JKN-KIS, Mawali dan keluarga telah merasakan manfaat dari keikutsertaannya dalam menjadi peserta dari program JKN-KIS tersebut. Terakhir kali ia dan keluarga merasakan manfaat tersebut pada saat mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. Saat itu istrinya mendapatkan pelayanan persalinan yang harus dilakukan dengan tindakan operasi caesar karena mengalami pendarahan.

“Saya sekeluarga merasa sangat beruntung sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Dengan sudah menjadi peserta JKN-KIS, saya bisa lebih tenang dalam mendapatkan pelayanan di rumah sakit. Apalagi ketika istri melakukan persalinan dan harus dilakukan dengan cara operasi. Saya tahu kalau biaya operasi persalinan itu tidak sedikit. Makanya saya sangat beruntung sudah terdaftar di program JKN-KIS hanya dengan biaya Rp 25.500, sudah membantu dalam membiayai pelayanan di rumah sakit,” ungkap Malawi, Kamis (6/12/2018).

Malawi juga mengatakan bahwa penting sekali menjadi peserta dari program jaminan sosial untuk saat ini, khususnya menjadi peserta dari program JKN-KIS. Karena ia sadar bahwa kebutuhan terhadap biaya pelayanan kesehatan sekarang ini tidak dapat diperkirakan. Jika menabung belum tentu cukup, apalagi kalau sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Penting sekali mempunyai jaminan kesehatan untuk saat ini, karena saya sendiri sudah mengalaminya secara langsung. Kalau saya menabung untuk persiapan melahirkan normal, pasti uang yang saya miliki tidak akan cukup karena ternyata perkiraan saya yang sebelumnya bisa melahirkan secara normal tidak berlaku, dan tiba-tiba harus dilakukan dengan cara operasi yang membutuhkan biaya lebih mahal dari pada persalinan dengan kondisi normal,” imbuh Malawi

Dengan pengalaman yang telah ia alami, ia berharap dapat berbagi kepada masyarakat lain yang belum terdaftar sebagai peserta dari program JKN-KIS agar segera mendaftarkan dirinya dan anggota keluarganya ke dalam program JKN-KIS tersebut agar memiliki jaminan kesehatan. Selain mendapatkan kepastian jaminan pelayanan kesehatan ketika sakit, peserta JKN-KIS juga bisa membantu terhadap sesama peserta program JKN-KIS yang sedang mendapatkan pelayanan kesehatan karena prinsip dari program JKN-KIS adalah gotong royong. (Tim KI)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *